POLRI

PEGAWAI KONVEKSI DIANIAYA, POLISI BURU PREMAN KAMPUNG

HARIANTERBIT.CO – Didin Samsudin (17), seorang pegawai konveksi menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh preman kampung di Jalan Jembatan Besi V RT 004/07 Kelurahan Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat.

Korban mengalami luka sobek pada bagian wajah, dan melaporkan peristiwa tersebut ke Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Mapolsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat.

Kasus penganiyaan tersebut terjadi pada Senin (19/2) sekitar pukul 08.00 WIB, berawal saat itu korban hendak mengantar barang dan memarkirkan sepeda motornya di pinggir jalan dekat rumah pelaku.

Didin Samsudin

Pelaku yang belakangan diketahui bernama Kiki (19), dengan nada kasar berkata kepada korban agar jangan parkir di situ, namun oleh korban dijawab cuma parkir sebentar.

Jawaban korban itu rupanya membuat pelaku tersinggung, pelaku pun naik pitam menghampiri korban sambil berteriak menghardik sembari melayangkan pukulan tepat ke wajah korban sebanyak dua kali.

Dengan wajah luka dan berdarah, korban pun mengalah dan melaporkan peristiwa yang baru saja dialaminya kepada bosnya di tempat ia bekerja.

Sementara Kiki (pelaku-red) yang dikenal sebagai preman kampung dan selalu membuat onar serta meresahkan warga itu kabur tak bertanggung jawab.

Sekitar pukul 14.30 WIB, korban diantar Awi (38), dan seorang saksi bernama Arif (22) mendatangi Unit Reskrim Mapolsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat dengan membuat laporan Kepolisian dengan Nomor: 044/K/II/2018 Sektor Tambora.

Hingga berita ini diturunkan, Kepolisian Unit Reskrim Polsek Tambora Polrestro Jakbar masih memburu pelaku, jika pelaku tertangkap, polisi akan menjerat pelaku dengan Pasal 351 yakni penganiayaan berat dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Sementara itu di tempat terpisah, Awi (38) meminta kapada pihak kepolisian untuk segera dapat menangkap pelaku dan dihukum sesuai dengan perbuatannya.

“Saya mohon polisi dapat menangkap pelakunya, karena ini negara hukum tidak boleh ada orang main hakim sendiri,” ungkapnya, Rabu (21/2). (hariri)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *