DAERAH

PENGAMAT IPI: PILKADA JATIM, DUEL PDI-P DAN PKB

HARIATERBIT.CO – Pencabutan nomor urut masing-masing calon bupati/wali kota dan gubernur yang bertarung pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 telah dilakukan serentak. Tercatat 171 pilkada yang akan berjibaku dalam ajang politik ini.

Jerry Massie

Menurut pengamat politik Indonesia Public Institute (IPI) Jerry Massie, ada tiga daerah yang paling heboh dan seru antara lain, Jawa Barat (Jabar), Jawa Timur (Jatim) dan Jawa Tengah (Jateng).

“Untuk Pilkada Jatim sebetulnya hanya duel Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yakni, Khofifah Indar Parawansa kader PKB, Emil Dardak (bupati Trenggalek) merupakan kader PDI-P. Begitu pula Saefullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul merupakan politisi PKB serta Puti Soekarno (PDI-P),” kata Jerry Massie, melalui rilisnya yang diterima HARIANTERBIT.co, Rabu (14/2).

Lebih lanjut kata Jerry, siapa saja yang menang maka yang berkuasa PKB dan PDI-P. Jika Khofifah menang, dirinya berpotensi menjadi ketua DPD PKB. “Begitupun jika Emil Dardak bakal menjadi ketua PDI-P. Sebaliknya jika pasangan Gus Ipul dan menang keduanya berpotensi memimpin partai ini di Jatim,” katanya.

Gus Ipul-Puti Berpeluang
“Saya nilai Gus Ipul-Puti Soekarno lebih berpeluang. Mereka didukung 58 suara DPRD Jatim, sedangkan Khofifah dan Emil hanya didukung 42 suara di DPRD,” lanjut Jerry.

Sebetulnya, sambung Jerry, Puti akan bertarung di Jabar. Dia sebelumnya disebut-sebut waktu itu akan bertandem dengan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Tapi skenario itu berubah usai Puti diplot ke Jatim. Sebetulnya pasangan Gus Ipul Azwar Anas, tapi dia tersandung paha mulus.

“Kekuatan PDI-P dengan 19 kursi di dewan provinsi serta PKB dengan jumlah suara terbanyak 20 kursi menjadi representatif mereka untuk menang. Memang Khofifah punya mesin dari Sukarwo, Gubernur Jatim, yang berasal dari Partai Demokrat (PD). Namun secara moril, dia bakal mendukung Gus Ipul yang dua periode pasangannya sebagai wagub,” tuturnya.

Ditambahkan Jerry, menurut KPU, Jatim memiliki pemilih terbesar kedua di Indonesia yakni 30,9 juta di bawah Jabar 31,4 juta pemilih di 666 kecamatan, dengan 3.330 panitia pemilihan kecamatan (PPK), 25.491 panitia pemungutan suara (PPS), dan 479.557 kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS).

“Jadi, dibandingkan dengan pilkada lainnya di Indonesia maka Jabar, Jatim dan Jateng punya gengsi tersendiri,” ungkapnya.

“Siapa yang menang di tiga daerah ini bakal berpengaruh pada ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. PKB maupun PDI-P yang menang sama saja, keduanya koalisi di pemerintahan,” tandas peneliti politik di Amerika ini. (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *