KASUS

M2 MENGHILANG, BANTENG BEKASI BERGEJOLAK

HARIANTERBIT.CO – Muhtar Muhamad akrab disapa M2, tokoh PDI Bekasi lenyap bagai ditelan bumi setelah muncul sesaat dari pencalonan diri sebagai walikota. Kisruh pun berkepanjangan, masalahnya partai besar berlambang Banteng itu tak mencalonkan wakilnya.

Lenyapnya M2, jadi pertanyaan berbagai pihak, terutama para kadernya. Ada yang mendapat kabar ia sedang umroh, tapi ada yang menerima info masih di Indonesia setelah menerima sesuatu dari pertahana. “Saya dengar umroh, tapi ada yang bilang ada di Indonesia,” kata Riki, pembina PDI Bekasi, Minggu(14/1)

Paska drama, para pendukung Pilkada Walikota dan Wakil Wali Walikota Kota Bekasi, Rahmat Effendi alias Pepen dan Tri Adhianto oleh PDI Perjuangan membuat gejolak para kader, ‘Banteng Moncong Putih’ di Kota Bekasi mundur dari Partai besutan Megawati Soekarno Putri.

Pasalnya, Wakil Ketua Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Hiu Hindiana menyatakan sikap politiknya untuk tidak ikut mendukung Petahana dan mengundurkan diri sebagai pengurus Pimpinan Cabang DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi.

Rasa kekecewaan itu pun berlanjut dan dibuktikannya dengan surat pengunduran dirinya yang telah diajukan kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan. “Saya melawan dan menolak mendukung Petahana yang diusung oleh PDI Perjuangan semua ini adalah sikap politik saya,” tegasnya kepada awak media melalui pesan singkatnya, Jumat (13/1).

Bukan tanpa sebab, Hiu mengundurkan diri dari DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi, lantaran sudah terlalu lama dirinya harus menelan ‘Pil Pahit’ yang diberikan DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi. Hiu begitu ia disapa, sangat kecewa kepada Ketua DPC dan Sekretaris DPC PDI Perjuangan yang diduga bermain-main dan tidak bertanggungjawab serta tidak konsisten. Kata dia, semua itu telah dibuktikan dengan tidak menolak tegas dukungan kepada Petahana.

Riki, tokoh PDI perjuangan Bekasi yang ditemui Harianterbit.co membenarkan akan “menghilangnya” Muhtar Muhamad. Mantan walikota yang pernah menjadi viral itu menghilang entah kemana bahkan para kader PDI sulit untuk menghubungi apalagi menemuinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *