KASUS

POLITISI NASDEM POLISIKAN PENYEBAR BERITA HOAX DIRINYA

HARIANTERBIT.CO – Hati-hati buat wartawan dalam membuat berita, meskipun sudah melakukan konfirmasi atau kroscek sesuai kode etik jurnalistik, tetap saja membuat Hurry Rauf, wartawan dan pengelola portal berita www.publiknews.com dipolisikan anggota DPR-RI, Akbar Faisal. Rauf diamankan di kediamannya di Kemanggisan, Jakarta, oleh Tim Siber Bareskrim Mabes Polri, Selasa (9/1).

“Saya difitnah dengan berita hoax, dengan tuduhan Akbar Faisal memiliki uang simpanan di sebuah bank di Singapura, 25 juta dolar AS hasil korupsi APBN. Kemudian saya memiliki dua istri simpanan yang tinggal di sebuah vila mewah di Dago Pakar, Bandung. Kemudian saya memiliki rumah mewah di Makassar yang penuh emas,” kata Akbar Faisal, memberi keterangan saat jumpa pers di Kantor Dittipid Siber Bareskrim Polri, Jl Taman Jatibaru, Tanah Abang Jakarta Pusat, Rabu (10/1).

Akbar mengapresiasi kerja cepat dari tim Siber Mabes Polri yang lekas menangkap pelaku. Selain itu politisi Partai NasDem itu memuji alat yang dimiliki polisi yang bisa mencari jejak digital berisi fitnah dan ujaran kebencian, meskipun sudah dihapus. Lengkap dengan lokasi, jam dan sebagainya.

“Kami Komisi III DPR memuji kerja keras ini, dan mendukung sepenuhnya langkah polisi untuk meningkatkan peralatan kerja dan kualitas SDM-nya. Kasus saya masuk pencemaran nama baik dan fitnah,” ujar Akbar.

Akbar menambahkan, dengan saudara Rauf ini saya tidak kenal, dan beliau sudah minta maaf karena tidak ada maksud apa pun dengan berita itu, kecuali lagi viral. “Sebagai manusia pasti saya maafkan, tapi biarlah proses hukum berjalan,” pungkasnya.

Anggota DPR-RI Akbar Faisal (tengah depan) bersama tersangka Hurry Rauf (kiri depan) dan didampingi Kanit III Subdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri AKBP Irwansyah (kiri belakang), memberi keterangan pada saat jumpa pers, di Kantor Dittipid Siber Bareskrim Polri, Jl Taman Jatibaru, Tanah abang Jakarta Pusat, Rabu (10/1).

Sementara itu, Kanit III Subdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri AKBP Irwansyah mengatakan, karena delik aduan dan tidak ada pencabutan kasus tersebut, maka tersangka ditahan dan diproses hukum kasusnya. “Tersangka dikenakan dugaan melanggar Pasar 45 Ayat (3) jo Pasal 27 (3) UU tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta Pasal 310/311 KUHPidana tentang Penghinaan atau Pencemaran Nama Baik,” jelas AKBP Irwansyah.

“Kami juga telah menangkap FA, pemilik portal berita www.suaranews.com, dengan isi berita yang sama tentang fitnah kepada Pak Akbar Faisal. Sumber berita tersebut dari konten di akun twitter @platoid, yang sedang dalam pengejaran tim kami,” terang Irwansyah.

Sedangkan Rauf, kepada wartawan mengakui kesalahannya telah mencemarkan nama baik Akbar Faisal. Tapi secara kode etik jurnalistik, dirinya merasa tidak bersalah. Lantaran sudah mengonfirmasi via telepon kepada Akbar Faisal. Kemudian memuat berimbang dalam tulisannya.

“Harusnya kasus ini tidak dibawa ke ranah pidana, cukup diselesaikan di sidang etik di Dewan Pers, dan cukup melalui hak jawab. Selain itu http://www.publiknews.com sudah terverifikasi di Dewan Pers, dan saya memohon dengan sangat kepada Pak Akbar Faisal untuk mencabut kasus ini, sehingga saya bisa bebas,” ungkap Rauf. (*/dade/rel)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *