DAERAH

PENGAMAT: KANDIDAT MENGERUCUT ENAM NAMA, ELEKTABILITAS HERMAN DERU MENINGKAT

HARIANTERBIT.CO – Pengamat politik dari Lembaga Survei Politik Indonesia, Muchtar S Shihab menyatakan pilkada Sumsel 2018 masih belum ada perubahan signifikan. Urutan elektabilitas para calon masih tidak jauh berbeda dengan temuan-temuan survei sebelumnya yakni Herman Deru yang terkuat, Ishak Mekki kedua disusul Dodi Reza, Edi Santana dan yang terbuncit adalah Aswari Riva’i dan Giri Kiemas.

Muchtar menjelaskan, pasca mengerucutnya para kandidat menjadi 6 nama, hanya Herman Deru dan Ishak Mekki yang naik elektabilitasnya. Sementara Dodi Reza cenderung menurun, Deru masih yang terkuat sekarang ini. Hal demikian dapat dipahami karena gerakan kampanye di lapangan hanya oleh Deru dan Mekki sementara Dodi Reza lebih sibuk mengurusi pemerintahan di Muba yang baru dijabatnya beberapa bulan. Aswari Riva’i malah dipandang sebagai follower, kemana Deru dan Mekki bergerak isunya, tim kampanye mereka akan ikut.

“Aswari Riva’i ini kalau dipaksakan nyalon jadi gubernur hanya akan jadi penggembira, dibolak-balik kaya apapun elektabilitasnya ya segitu-segitu saja, mungkin cocoknya jadi wakil,” ujar Muchtar saat diskusi “Meneropong Peta Kandidat Pilgub Sumsel 2018 di Palembang” hari ini, Rabu, 15 November 2017.

Sementara pengamat politik dari Indopolitika Institute, Mus S Galih menilai, Pemilihan Gubernur Sumatera Selatan 2018 akan menjadi ulangan pertarungan pada Pilkada sebelumnya antara kubu petahana Alex Noerdin melawan penantang Herman Deru. Ia menilai pertarungan akan gencar dan berdarah-darah pasca penetapan pasangan calon oleh KPUD. Kubu Alex Noerdin yang kini jelas mengusung puteranya itu akan berusaha mati-matian mengajak kubu PDI Perjuangan untuk bergabung.

“Buat mereka lebih realistis mengajak Giri menjadi wakilnya karena posisi PDI Perjuangan yang sedang tinggi elektabilitasnya ketimbang mengajak Aswari Riva’i yang elektabilitasnya tidak naik-naik, stag di bawah 8 persenan,” ujarnya.

Galih mengatakan sangat mungkin Pilkada Sumsel diikuti tiga pasang calon dengan tiga calon gubernur yakni Herman Deru, Ishak Mekki dan Dodi Reza Alex sementara figur lain yang tersisa akan realistis menerima nasib jadi calon wakilnya Mekki atau Dodi. Galih menambahkan, dengan adanya aturan yang ketat sekarang ini, pertarungan ke depan akan lebih sehat. Tidak akan ada produksi fitnah dan kampanye hitam sebagaimana sering terjadi di Sumsel ini sebelum-sebelumnya.

“Kini ada UU ITE, ada UU lain yang tegas menindak para produsen dan distributor kampanye hitam. Sekali saja ada yang menyerang pribadi tanpa bukti akan diseret ke pengadilan, jadi siap-siap saja produsen kampanye hitam tidak laku di Sumsel,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *