PERISTIWA

KASUS TERBAKARNYA PABRIK MERCON, DIDUGA MELANGGAR K3

HARIANTERBIT.CO — Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri menginstruksikan kepada jajarannya untuk mengusut tuntas kasus terbakarnya pabrik mercon milik PT Panca Buana Cahaya Sukses (PBCS) yang berlokasi di Desa Belimbing, Kabupaten Tangerang, Banten yang merengut 47 nyawa dan mencederai puluhan lainnya.

.“Kalau memperhatikan dahsyatnya kejadian, serta banyak korban meningeal dan luka karena tak dapat menyelamatkan diri, diduga kuat ada pelanggaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Kasus ini harus diusut tuntas,” kata Menteri Hanif, kamis (26/10).

Menaker telah menginstruksikan Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PPK dan K3), Sugeng Priyanto untuk melakukan pengusutan tuntas.

Menaker menilai jatuhnya banyak korban serta temuan lapangan yang menunjukkan bahwa kondisi pintu gerbang pabrik yang terkunci rapat, diduga kuat perusahaan tersebut tidak memiliki Sistem Menejemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) sebagaimana yang telah ditentukan oleh pemerintah.

Salah satu ketentuan yang diatur dalam SMK3 adalah perusahaan harus mampu menanggulangi kebakaran, serta menyediakan akses jika terjadi kondisi kegawatdaruratan.

“Jika memang terjadi pelanggaran K3, pihak perusahaan harus bertanggungjawab, dan dikenai sanksi,” tegas Menaker.

Kepada para korban, pemerintah menjamin terselaksananya pemberian hak-hak korban. Baik hak bagi ahli waris pekerja yang meninggal dunia maupun hak pengobatan bagi korban terluka serta hak-hak lainnya. Perusahaan harus bertanggungjawab.

Kepolisian dituntut melakukan pemeriksaan di tempat kejadian. Informasi sementara yang dihimpun menyebutkan, perusahaan tersebut mempekerjakan 103 pekerja. (sim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *