DAERAH

WARGA KELUHKAN TRUK PENGANGKUT TANAH PROYEK TEROWONGAN CISUMDAWU BAHAYAKAN PENGGUNA JALAN LAIN

HARIANTERBIT.CO – Pengerjaan pembangunan terowongan yang merupakan akses jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), kini tengah dikebut.

Terowongan ruas Cileunyi-Sumedang, ini berlokasi di daerah Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang Jawa Barat, dengan panjang 472 meter berdiameter 14 meter. Dalam pengerjaan terowongan tersebut dipastikan menghasilkan ribuan kubik tanah galian.

Sementara diketahui tanah hasil galian pembangunan terowongan itu dijual kepada sebuah perusahaan besar bidang properti yang berada di kawasan Gede Bage, Kota Bandung. Tanah galian tersebut dijual seharga Rp200 ribu per truk tronton dan Rp100 ribu untuk ukuran truk biasa.

Tiap hari puluhan mobil truk pengangkut tanah galian itu konvoi di sepanjang jalan. Maka tak heran untuk menuju lokasi di kawasan Gede Bage, setiap hari truk-truk pengangkut tanah itu berkonvoi melintasi jalan mulai daerah Cigendel sampai Jalan Soekarno-Hatta (By-pas).

Akibat dari truk pengangkut tanah yang konvoi itu, kemacetan jalan pun sering terjadi di sepanjang jalan yang dilalui. Sehingga para pengendara dan pengguna jalan lain pun menjadi terganggu.

Arman Catur (54), warga Cileunyi, Kabupaten Bandung, mengaku sering terganggu oleh truk-truk pengangkut tanah tersebut, karena paling sedikit empat unit truk secara beriringan (konvoi) melintas di ruas Jalan Cileunyi, Soekarno-Hatta.

“Selaku pengguna jalan saya tiap hari melintasi ruas jalan tersebut dan sangat terganggu dengan adanya truk pengakut tanah itu, belum lagi tanah yang diangkut kerap berceceran di jalan. Kalau lagi hujan, jalan menjadi licin akibat tanah tersebut ini sangat membahayakan,” tutur Arman, kepada HARIANTERBIT.co, Kamis (26/10).

Hal senada juga diungkapkan Maman (40), sopir angkot jurusan Cileunyi-Cicaheum ini mengeluhkan banyaknya mobil truk pengangkut tanah galian melintasi Jalan Cileunyi-Cibiru, yang kerap membuat kemacetan jalan, sehingga rute mobil angkot Maman sering terlambat ke terminal tujuan, bahkan tak jarang dirinya diomelin penumpang.

Maman berharap, agar pihak Kepolisian Lalu Lintas dapat menertibkan truk pengakut tanah galian. “Setidaknya jadwal melintasnya harus dibatasi atau pada jam-jam tertentu,” ucapnya di Terminal Cileunyi, Kamis (26/10). (rony)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *