PERISTIWA

WISUDA KE-59: UNINDRA TARGETKAN PADA 2029 JADI ‘RESEARCH UNIVERSITY’

HARIANTERBIT.CO – Universitas Indraprasta (Unindra) PGRI kembali menyelenggrakan wisuda bagi mahasiswa-mahasiswi tahun akademik 2016/2017 bertempat di Sasono Utomo Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Rabu (25/10). Wisuda tersebut merupakan yang ke-59 dengan jumlah wisudawan-wisudawati 1.021 calon mahasiswa yang terdiri dari 859 program S1 dan 162 program S2.

Rektor Unindra Prof Dr H Sumaryoto dalam sambutannya mengatakan, pada tahun ini Unindra telah memasuki usia yang ke-13 tahun, tepatnya pada 6 September 2017. Selama ini Unindra terus menunjukkan peningkatkan mutu pendidikan, baik jumlah mahasiswa maupun peningkatan kualitas dalam bidang akademik.

Dalam sambutannya, Rektor Unindra Prof Dr Sumaryoto mengatakan, hari ini wisuda ke-59, kita mewisuda 1.021 calon wisudawan yang terdiri dari 859 program S1 dan 162 program S2. Ini wisuda yang keempat untuk periode semester genap 2016/2017. Insya Allah nanti 15 November 2017 wisuda kelima. Total ada 6.012 wisudawan.

“Sampai saat ini jumlah mahasiswa Unindra sudah mencapai sekitar 35 ribu orang. Untuk itu harus ditunjang dengan jumlah dosen yang memadai agar kualitas pendidikan bisa terpenuhi,” ujar SUmaryoto.

“Kita perlu penambahan jumlah dosen, struktur dosen yang ada rata-rata masih junior, masih perlu pembinaan jangka panjang. Ke depan kita berupaya terus meningkatkan kualifikasi dosen, agar menjadi dosen-dosen yang punya catatan akademik minimal lektor, lektor kepala dan guru besar,” tuturnya.

Rektor Unindra Prof Dr H Sumaryoto memberi sambutan pada wisuda ke-59, di Gedung Sasomo Utomo Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Rabu (25/10).

Lebih lanjut Sumaryoto mengatakan, dalam Rencana Induk Pengembangan Unindra, ditargetkan pada 2029 Unindra akan mencapai ‘teaching university’ dengan kualitas pembelajaran yang dapat diandalkan, baru kemudian pengembangan ‘research university’.

Sumaryoto melanjutkan, jadi kalau kita melihat peringkat dunia, Unindra jangan berharap. Sekalipun UI dan UGM masih di luar 100 besar garis dunia bahkan Asia, apalagi Unindra. Tetapi kita tidak boleh pesimis dan berkecil hati. Meski demikian, Unindra bisa berkiprah tinggi di level nasional.

“Alhamdullilah, pada 2006 lalu, Unindra mengikuti Festival Kalkulus Cup, dan kita secara nasional mendapat peringkat kedua atau runner-up di bawah IPB,” kata Sumaryoto.

Sumaryoto kembali menuturkan, jadi Program Studi Matematika Unindra level nomor dua setelah ITB, UI, UGM dan lain-lain. Untuk kalkulus di bawah Unindra, hal ini sangat positif, dan kita tidak boleh lengah untuk itu. “Kita ke depannya berupaya kerja keras dan terus meningkatkan,” ujarnya.

“Kita tidak boleh pesimis dan untuk suatu tantangan ke depan baik regional maupun nasional, para wisuda yang akan melantik meraih sarjana maupun magister. Jadi nan jauh di sana kompetensi untuk mencari lapangan pekerjaan, wisudan-wisudawati tidak perlu pesimis, sepanjang kita masih punya keimanan yang kuat dan sudah ada yang mengatur kita dengan upaya yang maha kuasa Allah Swt sesuai ajaran yang diperoleh,” pungkasnya. (*/dade/rel)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *