NASIONAL

MAHYUDIN: PANCASILA BENDUNG PEMAHAMAN RADIKAL

HARIANTERBIT.CO– Di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara belakangan banyak yang aneh-aneh. Salah satunya adalah dalam agama dimana terjadi pemahaman radikal.

Pemahaman demikian, ungkap Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin ketika memberikan kata sambutan pada acara Gebrar Muharam 1439 Hijriah yang digelar Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) DKI Jakarta di Pondok Pesantren (Ponpes) Yatim As Syafi’iyah, Pondok, Gede, Jakarta Timur, akhir pekan lalu, sangat berbahaya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Acara bertema ‘Dengan Spirit Muharam Kita Tingkatkan Kekuatan Moral dan Spiritual Buat Indonesia Yang Berkeadaban” tersebut juga dihadiri Ketua BKMT DKI Jakarta, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, ratusan anggota BKMT se Jabodetabek dan ratusan santri Ponpes As Syafi’iyah Jakarta.

“Pemahaman radikal ini sangat berbahaya. Soalnya, paham tersebut mempersepsikan dan memahami agama secara sempit sehingga berbenturan dengan masyarakat. Akibatnya, tentu saja memunculkan aksi terorisme. Korbannya tentu saja rakyat,” kata Mahyuddin.

Dikatakan politisi senior Partai Golkar ini, masalah tersebut menjadi tantangan bangsa Indonesia ke depan. “Pemahaman nilai-nilai agama yang benar adalah benteng pertahanan menghadapi pemahaman agama yang salah dan radikalisme,” jelas Mahyudin.

Pemahaman agama yang benar, kata dia, harus secara riil, konsisten dan dilakukan dengan tidak kenal lelah berbagai elemen masyarakat termasuk BKMT.

“Kita bersyukur elemen masyarakat seperti BKMT giat mengadakan pengajian-pengajian kepada umat di seluruh wilayah Indonesia,” kata Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar tersebut.

Dijelaskan, lembaga MPR juga berupaya membangun karakter bangsa melalui pemahaman Empat Pilar dimana didalamnya ada Pancasila. Dalam Pancasila itu juga ada sila pertama yang menyatakan bahwa Indonesia adalah negara yang berTuhan Yamg Maha Esa.

Tantangan bangsa tersebut, Insya Allah akan hilang jika bangsa ini kembali memahami dan mengamalkan sila-sila dalam Pancasila. “Jika benar-benar dipahami dan diamalkan maka Pancasila akan bisa menjadi benteng pertahanan terhadap paham-paham asing yang radikal.”

Tantangan bangsa lainnya yang patut diwaspadai, lanjut Mahyudin adalah dampak negatif globalisasi antara lain dampak media sosial. Di media sosial banyak sekali hal-hal negatif seperti kabar-kabar hoax, pornografi dan kekerasan.

“Saya berharap elemen masyarakat seperti BKMT ini yang anggotanya kebanyakan kaum ibu agar menjaga anak-anaknya dari pengaruh-pengaruh negatif tersebut. Bimbinglah putera puterinya agar taat agama dab berkarakter kebangsaan yang kuat,” demikian Mahyudin. [ART]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *