RENUNGAN

BENER DURUNG TENTU PENER

Brigjen Crisnanda Dwi Laksana

HARIANTERBIT.CO – Benar belum dapat dipastikan tepat untuk diterapkan. Di lingkungan yang sarat dengan berbagai penyimpangan dan hampir semuanya permisive, menunjukkan ada sesuatu yang aneh dan sakit. Tatkala kita melihat ada rasa sakit namun tak merasa sakit tentu kita bertanya masih waraskah kita? Ya hanya orang sehat sajalah yang merasakan sakit.

Orang gila walau makan di tempat sampah tidak mandi telanjang sekalipun, tidak ada rasa apapun. Orang sehat ada selip sedikit di giginya sudah sibuk mencari tusuk gigi dsb. Hal ini dapat menjadi perumpamaan pada birokrasi yang sakit.

Tatkala semua sibuk ngarit ( mencari tambahan gaji entah benar atau tidak, entah meras atau terima suap sampai dengan membackingi hal-2 ilegal ) ada orang tak mau ngarit, apa pendapat lingkunganya.

Pasti orang ini dikatakan dari sok suci, sok bersih munafik dan sebagainya. Àpa yang dilakukanya benar tetap dianggap tidak tepat bahkan bisa saja dimusuhi atau malah disingkirkan.

Di lingkungan kepolisian pada masa lalu ada pak Hoegeng yang sangat keras dan tegas untk tidak melakukan korupsi, bahkan gratifikasipun ditolaknya. Pak Hoegeng menjadi oase polisi baik dan benar dalam gerakkan anti korupsi.

Pada masa lalu Pak Hoegeng pun harus dipensiun dini pada usia 49 berhenti sebagai Kapolri. Semangat Pak Hoegeng sangat luar biasa, siapa yang berani menolak perintah di jaman orba.

Benar juga apa yang dilakukan berdampak luas dari pencekalan ke luar negeri, acara siaran hawaian seniors pun dihentikan tayanganya di TV RI. Apa yang dilakukan oleh Pak Hoegeng tidaklah sia-2, nama harum dikenang sepanjang masa. Bahkan Gusdur pun memberi label anekdot polisi yang tidak bisa disuap yaitu polisi tidur, patung polisi dan Pak Hoegeng.

KOMBES DARMANTO

Adakah Hoegeng-2 muda di era digital ini? Tentu banyak namun sikap dan tindakanya tidak populer, maka orang-2 ini secara struktural maupun fungsional akan tersingkir atau malah disisingkirkan. Salah satu di antara mereka adalah Kombes Pol Drs Darmanto yg berdinas di sekolah inspektur polisi ( dahulu di secapa polri).

Saya mengenal Darmanto sejak taruna bahkan 2x sekolah bersama saya saat PTIK dan Sespim. Darmanto tidak pernah marah bila diabaikan dengan sikapnya. Ia sangat tekun dalam beribadah.

Darmanto banyak mengalah untuk hal-2 yang sarat dengan perkeliruan untuk tidak ikut hanyut. Darmanto pernah bertugas pada posisi yang dianggap basah namun Darmanto merasa tidak kerasan dan nyaman. Di secapa Polri pun ia tetap pada prinsipnya. Bekerja dengan baik dan benar.

Saat ia memikiki sedikit tabungan untuk sekolah namun diurungkan karena anaknya membutuhkan biaya kuliah. Banyak hal unik dan menarik dari sosok Darmanto. Di kalangan para pengarit memang akan dilabel nyleneh bahkan aneh.

Namun setidaknya apa yang dilakukan Darmanto menjadi sebuah inspirasi polisi yang baik dan benar yang melakukan tindakan anti korupsi setidaknya sudah 27 tahun ia jalani.

Darmanto melakukan yang baik dan benar walau banyak resiko yang harus diterimanya. Semoga apa yg dilakukan Darmanto terus konsisten dan sesuai dengan integritas dan komitmen nya.

Tentu dengan harapan semakin banyak tempat bagi orang2 baik dan benar yang dapat menjadi cermin dan inspirasi menjalankan anti korupsi dengan baik dan benar. Bener yen dianggep ora pener bisa saja malah dihakimi disingkirkan kalau perlu mungkn bisa saja dimatikan? – Penulis CDL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *