PERISTIWA

PENERAPAN ISPS CODE PENCEGAHAN DINI GANGGUAN KEAMANAN DI PELABUHAN DAN TERSUS

HARIANTERBIT.CO – Penerapan International Ship and Port Fasilities Security (ISPS) Code mencegah timbulnya potensi gangguan keamanan pada fasilitas pelabuhan dan terminal khusus (tersus) sejak dini. Jika sejak dini sudah dapat mencegah timbulnya potensi gangguan keamanan, maka akan tercipta lingkungan yang kondusif untuk kegiatan di kawasan itu.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kepulauan Seribu Syarif Bustaman mengatakan, penerapan ISPS Code merupakan sistem pengamanan yang harus saling bersinergi mulai dari lingkungan internal pelabuhan maupun terminal khusus dengan pihak eksternal.

Syarif Bustaman

“ISPS Code merupakan suatu standar memiliki persyaratan yang harus dipenuhi, lalu diaudit secara berkala,” katanya, pada acara Temu Nasional Forum ISPS Code Indonesia 2017 bekerja sama Direktorat Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) dengan RSO (Recognized Security Organization) Don & Profesional, di Yogyakarta, dalam rilisnya, Kamis (5/10).

Lebih lanjut dikatakan Syarif, ketika sudah memenuhi persyaratan dan mendapat pengakuan dari pemerintah dalam hal ini oleh Direktorat KPLP selaku Disignated Authority (DA) atau otoritas negara yang ditunjuk untuk bertanggung jawab terhadap penerapan koda tersebut, maka pengelola pelabuhan dan tersus harus mampu mempertahankannya.

“Jika tidak bisa mempertahankannya, maka pengakuan sudah sesuai standar ISPS Code bisa dicabut, dan persyaratan yang harus dipenuhi mulai dari sumber daya manusia yang ditunjuk memiliki pamahaman ISPS Code, petugas pengamanan yang terlatih dalam mencegah dan mengatasi gangguan keamanan, ketersediaan peralatan pengamanan, sampai pada memiliki perencanaan atau skenario sistem pengamanan,” ujarnya.

Pada tahap mempertahankan pengakuan dari pemerintah, pengelola pelabuhan dan tersus harus melaksanakan kegiatan training/sosialisasi drill dan exercise ISPS Code. Dengan begitu maka kegiatan pengamanan akan berlangsung sepanjang waktu, dan tentunya dapat mendeteksi potensi gangguan, sehingga secepatnya bisa dicegah.

“Dalam acara Temu Nasional Forum ISPS Code Indonesia 2017 ini sangat bermanfaat, karena bisa saling bertukar informasi dengan pengelola pelabuhan dan tersus lainnya. Dengan begitu kita bisa mendapatkan informasi, misalnya mengenai hal-hal yang menjadi potensi gangguan sampai pada hal-hal yang menjadi kendala dari pihak stakeholder dalam melaksanakan atau mempertahankan pengakuan sudah memenuhi ISPS Code,” ungkap Syarif, mantan kepala KUPP Karimun Jawa. (*/dade/rel)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *