PERISTIWA

BADAN BAHASA ADAKAN PERTEMUAN PENULIS TAHAP II PENYELARASAN BAHAN BACAAN LITERASI

HARIANTERBIT.CO – Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa memegang peran strategis dalam penyediaan bahan literasi dalam Gerakan Literasi Nasional Kemendikbud. Penyediaan bahan bacaan literasi yang dilakukan oleh Badan Bahasa melalui Pusat Pembinaan pada tahun ini dilakukan melalui Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Literasi 2017.

“Jika tahun lalu Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) sudah menerbitkan 165 buku bacaan cerita rakyat, tahun ini, Badan Bahasa sudah menyerahkan 226 buku bahan bacaan kepada Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) untuk dinilai, dan selanjutnya akan diterbitkan oleh Badan Bahasa jika lolos,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, pada acara Pertemuan Penulis Tahap Kedua Penyelarasan Bahan Bacaan Literasi, di Hotel Santika, Taman Mini Indonesia Indonesia (TMII), Jakarta Timur, Kamis (5/10) malam.

Dari 727 naskah yang masuk, telah terpilih 120 naskah bacaan yang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Aspek yang ditinjau dan diperbaiki adalah kesesuaiannya dengan tingkat pendidikan, materi yang mendukung budi pekerti, penggunan bahasa Indonesia, dan aspek grafika.

Mendikbud Muhadjir Effendy didampingi Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud Prof Dr Dadang Sunendar MHum, ketika menghadiri acara Pertemuan Penulis Tahap Kedua Penyelarasan Bahan Bacaan Literasi, di Hotel Santika, TMII, Jaktim, Kamis (5/10) malam).

“Setelah direvisi penulis, bahan bacaan pun dikirimkan ke Puskurbuk untuk dinilai kelayakannya menjadi bahan bacaan di sekolah-sekolah Indonesia. Penulis terpilih diundang ke Jakarta pada Pertemuan Penulis Tahap I pada 6-8 Juni 2017 untuk merevisi naskah mereka sesuai dengan masukan dewan juri sayembara,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Prof Dr Dadang Sunendar MHum mengatakan, Pertemuan Penulis Tahap II yang diselenggarakan pada 5-7 Oktober akan menjadi media penulis untuk menyelaraskan bahan bacaannya sesuai dengan penilaian dan rekomendasi Puskurbuk.

“Hasil penyempurnaan buku yang dilakukan penulis dalam kegiatan ini akan dikumpulkan dan disunting kembali serta diselerasakhirkan oleh Tim Badan Bahasa agar siap diterbitkan dan didistribusikan kepada anak Indonesia. Selain itu, pertemuan ini juga bermaksud untuk memperkuat pemahaman penulis mengenai bacaan yang baik dan menumbuhkan budi pekerti,” kata Dadang.

Pertemuan ini dihadiri oleh 108 penulis dan berbagai daerah di Indonesia. Acara pembukaan kegiatan dimeriahkan oleh Paduan Suara Labschool Jakarta, dan penampilan dongeng anak. (*/dade/rel)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *