NASIONAL

OSO: DPD TIDAK BOLEH TERJEBAK PENGUATAN KEWENANGAN

HARIANTERBIT.CO – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI tak boleh terjebak pada penguatan kewenangan karena optimalisasi dana transfer daerah serta dana desa belum mendapat penganggaran dan pengawalan yang baik serta benar.

Padahal, dana ratusan triliun rupiah itu jika direalisasikan sesuai perintah UU, kesejahteraan rakyat di pelosok daerah bakal terwujud. “Disitu peran DPD RI untuk penganggaran sekaligus pengawasan agar dana itu bisa direalisasikan dengan benar,” kata Ketua DPD RI, Oesman Sapta ketika membuka Simposiom Nasional ‘Pemantapan Pelaksanaan Otonomi Daerah: Mewujudkan Kewajiban Konstitusional DPD RI’ di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (4/10).

Sebagai konsekuensi amandemen UU NRI 1945, ungkap laki-laki yang akrab disapa OSO itu, keberadaan DPD RI memang harus mengakomodir aspirasi daerah dan memperjuangkannya di pusat menjadi kebijakan nasional.

Selama ini, kata senator dari Dapil Provinsi Kalimantan Barat ini, DPD RI seolah terjebak pada penguatan kewenangannya. Padahal, belum banyak yang diperjuangkan DPD RI.

Padahal, konstitusi telah memberi ruang untuk berkarya dan ini yang menjadi Lembaga Kajian (Lemkaji) MPR RI. “Komunikasi politik sangat penting. Kami sadari, masih banyak kekurangan. Apalagi, tidak mungkin ada kemakmuran secara nasional jika daerah belum makmur.”

Dikatakan, konstitusi telah memberi mandat kepada parlemen untuk menyusun UU, membahas anggaran dan pengawasan. “Legislasi dan anggaran sudah berjalan dengan baik. Tapi, DPD RI sebagai lembaga perwakilan daerah masih ada kekosongan yakni dalam fungsi anggaran dan pengawasan khususnya dana transfer daerah,” jelas OSO yang juga Ketua Umum Partai Hanura ini.

Soal anggaran dan pengawasan, kata Wakil Ketua MPR RI ini, seharusnya DPD RI lebih berperan khususnya untuk menghadirkan kebutuhan daerah menjadi kebijakan pusat.

“Jadi, simposium nasional yang digelar Lembaga Kajian MPR RI ini diharapkan menghasilkan pemikiran yang lebih maju demi terwujudnya kerjasama kelembagaan antara pusat dan daerah,” demikian Oesman Sapta Odang. [ART]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *