KISRUH

KETUA KERUKUNAN KELUARGA BETAWI-BEKASI IKUT GERAM ATAS KOMENTAR WA AISYAH

HARIANTERBIT.CO – Komentar pengguna akun WhatsApp yang mengatakan, ‘ketahuan banget banyak penjilat dan peliharaannya Meikarta ini,…. hadeuh’, demikian kalimat atau isi teks yang dikutip dari sebuah grup WhatsApp (WA) pada, Senin (2/10) lalu.

Akibat komentar di WA tersebut, tak urung menuai protes dan kecaman dari warga dan pihak lain. Hal ini terbukti ketika awak media menemui salah seorang, Ketua Komunitas Kerukunan Keluarga Betawi-Bekasi (KKBB) Hj Rini Haryani.

Rini Haryani

Rini menyatakan, dirinya merasa geram membaca tulisan atau komentar tersebut, pasalnya bahasa yang terlontar ‘penjilat dan peliharaan’ itu, sebetulnya bahasa ditujukan untuk binatang. Artinya pengguna akun WA tersebut mengganggap kami binatang.

“Terus terang saya merasa terhina dan tersinggung dengan kata-kata tersebut. Dianggapnya kami ini binatang,” kata Rini dengan nada kesal, Rabu (4/10).

“Pengguna WA tersebut harusnya mengaca dan introfeksi diri sebelum mengeluarkan kata-kata atau bahasa, karena kami warga masyarakat yang mendukung pembangunan kota baru Meikarta, berharap Kabupaten Bekasi, lebih maju seperti kabupaten yang lain, tidak semata-mata sebagai penjilat atau peliharaan Meikarta,” tegas Rini.

“Hal yang wajar dan sudah kewajiban untuk mendukung, apalagi ini pembangunan ini sinergi dengan program pemerintah. Buktinya kan lihat sendiri, Pak Zulkifli Hasan (ketua MPR-red) sudah mengunjungi, bahkan mendukung,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Rini, siapa pun orangnya, dari kalangan mana pun jika berkomentar ataupun mengeluarkan opini mesti difilter dulu. Kalu tidak, tentu akan berhadapan dengan hukum sebagaimana telah terbitnya Undang-undang (UU) ITE 2016.

Oleh sebab itu, secara pribadi maupun sebagai Ketua Komunitas Keluarga Kerukunan Betawi-Bekasi, Rini setuju dan mendukung niatan Ketua DPC Pejuangan Siliwangi Bekasi Nurjana Juragan Siran yang akan melaporkan pengguna akun WA tersebut. “Ingatlah, saat ini sudah diterbitkan UU ITE, artinya segala bentuk tulisan melalui medsos bisa dijadikan barang bukti ke ranah hukum,” ucapnya.

Rini mengingatkan, sebaiknya jangan asal bicara kalau belum tahu permasalahannya, yang mengakibatkan bumerang bagi dirinya. Kami pun berharap jangan menghalangi-halangi pembangunan di kota kami, karena sebagai warga pribumi ingin kota kami maju. “Kota kami ingin maju, dan bisa sejajar dengan kota lainnya di negeri tercinta ini, karena kami pun cinta Tanah Air,” pungkasnya. (rony/rel)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *