NASIONAL

MUQOWAM: SISKEDEUS HARUS MUDAH DIPAHAMI APARATUR DESA

HARIANTERBIT.CO – Komite I DPD-RI meminta implementasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) harus segera dioptimalkan ke seluruh di tanah air termasuk desa yang belum terkoneksi dengan jaringan internet.

Ketua Komite I DPD-RI Akhmad Muqowam dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) tentang pengawasan UU No: 6/2014 tentang desa di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/9) mengatakan, Siskeudes harus mempunyai sistem yang mudah dipahami aparatur desa.

“Banyak kasus penyalahgunaan dana desa dan sejumlah kepala desa kena Operasi Tangkap Tangan (OTT) karena kurang atau minimnya sistem pengawasan terhadap suatu kebijakan yang dilakukan pemerintah,” kata senator dari Provinsi Jawa Tengah ini.

Karena itu, kata Ketua Komisi V DPR RI 2004-2009 ini, Komite I DPD RI meminta pemerintah mengalokasikan anggaran khusus untuk pembinaan dan pengawasan pelaksanaan UU Desa yang melekat pada aparat internal pemerintah, yaitu inspektorat di pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, dan kecamatan beserta anggarannya yang bersumber dari APBN dan APBD.

Muqowam juga mendesak pemerintah memformulasikan kembali Dana Desa yang bersumber dari APBN sesuai amanat pasal 72 ayat 2 UU Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa.

Pasal itu menyatakan, anggaran yang bersumber dari APBN dihitung berdasarkan jumlah desa dan dialokasikan dengan memperhatikan jumlah penduduk, angka kemiskinan, luas wilayah dan tingkat kesulitan geografis dalam meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan desa.

“Komite I DPD RI meminta kepada pemerintah agar memberikan fleksibilitas kepada desa dalam mengambil kebijakan terkait implementasi dana desa, karena desa merupakan subyek dalam pembangunan yang paling paham kebutuhan desanya.”

Untuk itu, Komite I DPD RI akan menjadwalkan Rapat Kerja (Raker) dengan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) minggu depan. “Tujuannya untuk meningkatkan komitmen dalam mengawal pelaksanaan UU Desa sesuai tugas dan kewenangan yang diamanatkan UU dan didasari semangat berkoordinasi, kolaborasi dan kerjasama,” demikian Akhmad Muqowam. (art)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *