KESEHATAN

TJATUR: INDONESIA SUDAH DARURAT MERKURI

HARIANTERBIT.CO– Penggunaan merkuri sama bahayanya dengan penyalahgunaan narkotika. Bahkan pencemarannya sudah sampai ke seluruh penjuru nusantara. Karena itu, saat ini Indonesia sudah dalam kondisi darurat merkuri, sama dengan narkoba.

Hal itu dikatakan anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Tjatur Sapto Edy, Kamis (14/9) menanggapi bahaya dari pencemaran merkuri terhadap kehidupan manusia.

Perlu diketahui, Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (13/9) mensahkan Rancangan Undang-Undang tentang Pengesahan Minimata Convention on Mercury atau Konvensi Minimata mengenai Merkuri.

“Indonesia saat ini sudah berada pada tahap darurat merkuri karena pencemarannya hampir merata di seluruh Indonesia. Ini tidak kalah bahayanya dengan narkoba. Berbahayanya karena tidak hanya merusak generasi, sekarang tapi juga generasi yang akan datang,” tegas Tjatur.

Dikatakan, setelah ditemukan tambang-tambang sinabar di Maluku, Indonesia menjadi negara pengekspor terbesar bahan merkuri. Namun ironisnya, tidak ada penindakan hukum karena pertambangan itu tidak berizin.

Bahkan, saat ini di Maluku berdatangan orang-orang asing yang meminta konsensi tambang sinabar itu. “Sebagai wakil rakyat, saya harapkan pemerintah segera mengelola tambang itu, dikuasai serta diberikan kepada BUMN.

“Di tambang itu tidak hanya ada kandungan merkuri, tetapi juga torium radioaktif. Jangan sampai pemerintah daerah atau ada pihak lain yang mempunyai hak mengelola pertambangan itu karena berpotensi melanggar UU Ketenaganukliran.”

Dikatakan, ini warning dari selaku anak bangsa. Karena tambang ini besar sekali, dan belum ada yang mengelola. “Sekarang orang-orang asing malah berebut di situ. Saya harap pemerintah memiliki kekuatan untuk mengelola tambang itu,” kata politisi Dapil Jateng ini. (ART)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *