KASUS

DR WIDAGDO BELUM TERSENTUH, KPK PILIH KASIH

HARIANTERBIT.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Direktur Utama CV Jaya Mekanotama Aris Hadianto sebagai tersangka baru dalam kasus tindak pidana korupsi terkait dengan pengadaan dan pembelian pupuk PT Berdikari (Persero).

Tapi dirutnya, yang bernama DR. Widagdo W belum tersentuh KPK, padahal jelas orang tersebut sebagai dirut dan mengetahui isi perjanjian antara PT. Vitafarm dan PT. Berdikari, sebagai pihak kedua. “Ada juga tanda tangan Jeffrie Margono diatas materai,” ungkap seorang penyidik.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha mengatakan, berdasarkan hasil penyidikan, Aris diduga memberikan suap terhadap tersangka Siti Marwa, mantan Direktur Keuangan dan Vice President Pengembangan Usaha Korporat dan Anak Perusahaan PT Berdikari (Persero) periode 2010 – 2011. “Masih ada tersangka lain,” ujarnya, saat ditanya wartawan beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, KPK menetapkan Siti sebagai tersangka karena diduga menyalahgunakan kewenangan dengan menunjuk langsung mitra-mitra yang dikenal dan meminta sejumlah dana dalam proyek pembelian pupuk oleh PT Berdikari (Persero). Dia diduga menerima gratifikasi sekitar Rp1 miliar sejak tahun 2010 hingga 2012.

Anehnya Widagdo, seorang direktur PT. Berdikari yang diduga terlibat penyelewengan pupuk subsidi masih gentayangan. Ini salah satu hal yang menjadi bahan konflik antar pejabat KPK, karena dugaan kuat ada oknum yang main mata, sehingga kasusnya belum tersentuh.

Ketika dikonfirmasi dugaan kasus yang membelitnya, Teny sekretaris Widagdo justru melemparkan masalahnya ke sebuah media. “Siang pak untuk perihal tersebut silakan menghubungi Nusantara news, karena mereka sudah mengeluarkan klarifikasi,” jawabnya lewat WA (30/8).

Kasus ini sebagai salah satu yang disoroti oleh wakil rakyat, karena terjadi tebang pilih. Dimana bisa melobi KPK, calon tersangka bisa lolos. “Di tubuh KPK masih ada tebang pilih, sehingga melunturkan kepercayaan rakyat,” kata Fahri Hamzah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *