KASUS

DITEMUKAN PERJANJIAN PT VITAFARM DAN PT BERDIKARI

HARIANTERBIT.CO – Wid, seorang direktur dan seorang politikus berinisial PS sampai saat ini masih lenggang kangkung, padahal keduanya diduga kuat terlibat kongkalikong berb agai tindak pidana korupsi obat dan pupuk.

Kabar diperoleh, wakil rakyat tersebut punya peran penting sebagai penghubung dan mengetahui persis kemana aliran suap pembelian pupuk tersebut.

Pada kasus diatas yang dikorbankan  Direktur Utama CV Jaya Mekanotama Aris Hadianto yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Padahal pat gulipat permainan pupuk dan obat dalam perjanjian jelas tertera direktur utama adalah Wid.

Ada yang terlupakan, PT Vitafarm Indonesia yang pernah disebut-sebut kini lenyap dari pemberitaan. Ada apa? Padahal PT yang dinakodai Wid tak menjadi peserta lelang, namun justru kebagian proyek tersebut. Disinilah pandainya Wid bermain dan men surga kan panitia lelang, sengaja mengunci spesifikasi pupuk hayati sesuai dengan produk PT. Vitafarm Indonesia.

Sejumlah saksi yang didapat penyidik KPK, masih ada beberapa nama yang terlibat, kini KPK fokus mencari mereka yang terlibat,” ujar Priharsa saat dikonfirmasi, kemarin

Dikabarkan sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Vice President sekaligus Direktur Keuangan PT Berdikari Siti Marwa sebagai tersangka korupsi pupuk urea. Siti diduga menerima lebih dari Rp1 miliar dari vendor selama dua tahun sejak 2010.

Ketika dikonfirmasi dugaan kasus yang membelitnya, Teny sekretaris Wid justru melemparkan masalahnya ke sebuah media. “Siang pak untuk perihal tersebut silakan menghubungi Nusantara news, karena mereka sudah mengeluarkan klarifikasi,” jawabnya lewat WA (30/8).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *