KASUS

DIREKTUR WID DAN POLITIKUS BELUM TERSENTUH KPK

Ilustrasi

HARIANTERBIT.CO – Seorang direktur berinitial Wid, belum tersentuh oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), begitu juga orang kepercayaannya seorang politikus dari PPP berinisial PS.

Ketika dikonfirmasi dugaan kasus yang membelitnya, Teny sekretaris Wid justru melemparkan masalahnya ke sebuah media. “Siang pak untuk perihal tersebut silakan menghubungi Nusantara news, karena mereka sudah mengeluarkan klarifikasi,” jawabnya lewat WA (30/8).

Lama menghilang, kini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus akan menyidik kasus pengadaan dan pembelian pupuk PT Berdikari (Persero). Setelah Direktur Utama CV Jaya Mekanotama Aris Hadianto ditetapkan sebagai tersangka, KPK mulai membidik seorang politikus dari PPP berinisial PS dan seorang direktur yang berinitial Wid.

Kabar diperoleh, wakil rakyat tersebut punya peran penting sebagai penghubung dan mengetahui persis kemana aliran suap pembelian pupuk tersebut. Seharusnya KPK menciduk, wakil rakyat yang kini masih lenggang kangkung di daratan bebas.

Ada yang terlupakan, PT Vitafarm Indonesia yang pernah disebut-sebut kini lenyap dari pemberitaan. Ada apa? Padahal PT yang dinakodai Wid tak menjadi peserta lelang, namun justru kebagian proyek tersebut. Disinilah pandainya Wid bermain dan men surga kan panitia lelang, sengaja mengunci spesifikasi pupuk hayati sesuai dengan produk PT. Vitavarm Indonesia.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha mengatakan, berdasarkan hasil penyidikan, Aris diduga memberikan suap terhadap tersangka Siti Marwa, mantan Direktur Keuangan dan Vice President Pengembangan Usaha Korporat dan Anak Perusahaan PT Berdikari (Persero) periode 2010 – 2011.

Sejumlah saksi yang didapat penyidik KPK, masih ada beberapa nama yang terlibat, kini KPK fokus mencari mereka yang terlibat,” ujar Priharsa saat dikonfirmasi, kemarin

Dikabarkan sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Vice President sekaligus Direktur Keuangan PT Berdikari Siti Marwa sebagai tersangka korupsi pupuk urea. Siti diduga menerima lebih dari Rp1 miliar dari vendor selama dua tahun sejak 2010.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *