KASUS

DPR MINTA INSIDEN MERAH PUTIH TERBALIK DI SEA GAMES MALAYSIA DISELIDIKI SERIUS

Kasus penayangan bendera Indonesia secara terbalik di dalam buku panduan SEA Games (SEAG) 2017 dan di salah satu media massa Malaysia harus dikritisi dan diselidiki serius.

“Malaysia tidak cukup hanya dengan meminta maaf, tetapi harus menyelidiki lebih jauh. Apakah benar persoalan ini hanya faktor ketidaksengajaan atau ada upaya adu domba kedua negara,” kata Manajer Tim Pencak Silat Indonesia ke SEA Games 2017, Edhy Prabowo.

Dalam siaran pers yang diterima HARIANTERBIT.co, Senin (21/9), Ketua Komisi IV DPR RI itu mengatakan, sebagai negara berbudaya, Indonesia bukan bangsa yang sulit memaafkan.

Namun, lanjut Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu, Indonesia perlu mengetahui apa yang terjadi sebenarnya. Sebab hal ini terjadi lebih dari satu kali.

“Saya menuntut pemerintah Malaysia menyelidiki secara hukum dalam menyikapi persoalan ini. Saya juga meminta pemerintah Malaysia untuk menarik kembali buku yang sudah diedarkan tersebut, dan diganti dengan tampilan bendera Indonesia yang benar.”

Lebih jauh dikatakan, ini bukan persoalan sepele. “SEA Games Games adalah event besar yang sudah berlangsung puluhan kali. Sangat aneh dan amat disayangkan harus dinodai dengan persoalan semacam ini. Bagaimanapun, Merah Putih adalah identitas Bangsa kami,” kata Edhy Prabowo

Sementara itu, Pemerintah Indonesia menunggu permintaan maaf resmi dari Malaysia. Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menpora Imam Nahrawi, Menkum HAM Yasonna Laoly dan Ketua KOI Erick Thohir sudah membahas masalah ini.

Mereka menyampaikan pernyataan pemerintah di sela pertandingan polo air antara Indonesia dan Filipina di Aquatic Centre Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Minggu (20/8) yang dimenangkan Filipina.

“Kami sudah melaporkan masalah ini ke Presiden. Kami mendapat tugas untuk menindaklanjuti karena ini persoalan simbol negara, maka saya ingin ada penyelesaian secara diplomatik,” kata Puan.

Warta mengenai bendera terbalik saat ini sudah menyebar di media. Pernyataan permintaan maaf dari Malaysia juga sudah beredar. Surat dua bahasa yang beredar di media sosial itu hanya bertuliskan Sekretariat Kuala Lumpur 2017 serta Jawatan Kuasa Pengelola Malaysia (MASOC), tidak ada tanda tangan dari pejabat berwenang.

“Saya sudah melihat surat itu, tapi saya sayangkan surat tersebut tidak ada tanda tangan resminya siapa yang bertanggungjawab. Jadi kami masih menunggu jalur resmi,” kata Puan.

Imam mengatakan, secara pribadi sudah berkomunikasi dengan Menteri Sukan dan Belia Malaysia mengenai masalah itu karena masalah itu berhubungan dengan negara, penyelesaiannya harus dilakukan secara diplomatik. “Permasalahan ini harus diselesaikan secara Diplomatik dan harus secepatnya selesaikan,” demikian Imam Nahrowi. (art)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *