DAERAH

PILWAKO PALEMBANG 2018: MULARIS FOKUS PADA PENYELESAIAN MASALAH KOTA PALEMBANG

HARIANTERBIT.CO – Calon walikota Palembang, H. Mularis Djahri menyatakan ada banyak sekali persoalan yang dikeluhkan warga pada setiap anjang sana dan temu warga yang dilakukannya. Keberhadiran Mularis di permukiman warga dan berinteraksi secara langsung untuk menyerap aspirasi serta mendiskusikan penyelesaiannya secara partisipatif merupakan kangkah elegan yang sarat nilai positif. Pada setiap dialog yang digelar, Mularis menyatakan banyak sekali usulan program dan aduan warga terkait masalah yang mereka hadapi. Dari banyak sekali pertemuan yang berlangsung, setidaknya ada lima persoalan yang mengemuka dan perlu mendapat perhatian dirinya yang juga terbuka untuk diperhatikan bakal calon walikota lainnya, Jumat (18/8).

Beberapa masalah itu adalah pertama, masalah kemacetan yang membuat stress dan merugikan bisnis. Mularis menanggapi keluhan terkait masalah ini dengan meminta warga bersabar khususnya menunggu penyelesaian pembangunan MRT. Setelah itu dipastikan penataan sistem transportasi dalam kota wajib dibenahi dengan cepat dan akurat. “Banyak kota di dunia berhasil menyelesaikan persoalan kemacetan, Palembang pasti bisa. Kita bisa gunakan teknologi terkini untuk membantu mengurai kemacetan dan membuat aturan serta penegakannya. Yang paling utama adalah pentingnya dibuat transportasi publik yang masuk sampai permukiman dan aman, nyaman, terjangkau serta mudah. Pembatasan penumpang kendaraan pribadi atau pembatasan penggunaan kendaraan pribadi pada jam-jam tertentu bisa juga diterapkan,” katanya.

Kedua adalah masalah banjir. Ini dikeluhkan terus tetapi tak ada penyelesaiannya. Warga merasa tidak ada jalan keluar dari masalah itu. Menanggapi hal itu Mularis menyatakan pentingnya orientasi pembangunan tidak melulu ke darat tapi justru bagaimana membangun sarana perairan agar indah, bermanfaat dan berdaya guna. Palembang ini pernah dijuluki Venice of The East, itu karena memang kota kita adalah kota air. Kanal dan sungai banyak tetapi kini kotor, mampet, hitam dan bau. “Sudah waktunya mengembalikan Palembang sebagai kota air. Artinya pembangunan sarana dan prasarana air harus diprioritaskan. Transportasi air yang aman dan nyaman harus bisa terwujud, pelabuhan harus banyak dan utamanya bagaimana mendorong orang untuk memimpikan punya boat atau perahu seperti bermimpi punya mobil. Seperti di Venice, warganya bahagia hidup di air,” ujarnya.

Masalah ketiga adalah soal keamanan. Tingginya kriminalitas ini banyak dikeluhkan warga. Ini memang tugas kepolisian, tetapi menyerahkan bulat-bulat masalah itu pada instansi vertikal itu pasti tidak elok. Mularis menyatakan harus ada sinergi dan program khusus untuk memberantas kriminalitas. “Utamanya adalah pengentasan kemiskinan dan memberantas pengangguran. Tentu soal pendidikan juga terkait. Harus sinergi dan tegas. Penegakan hukum harus konsisten dalam menurunkan angka kriminalitas ini,” paparnya

Kempat soal pengangguran. Masalah lowongan pekerjaan banyak dikeluhkan warga. Yang mengeluh pasti yang tidak bekerja, menganggur. “Persoalan ini harus ditangai serius. Kita harus bangun sentra-sentra industri yang menyerap tenaga kerja lokal secara makaimal. Tentu harus ada kuga pendidikan life skill yang kongkrit. Membangun sentra industri rumahan dan kawasan perdagangan juga akan menyerap tenaga kerja, semua harus terpadu,” ucapnya.

Kelima, soal ekonomi, masalah kesejahteraan. Orang miskin di Kota Palembang terbilang tinggi. Orang susah juga banyak. Orang sederhana yang hampir miskin juga lumayan. Ini tentu butuh iklim ekonomi yang kondusif. Pertumbuhan harus baik dan yang terpenting preferential option for the poor harus nyata. “Program kesejahteraan rakyat itu harus kongkrit, jangan jangka pendek, ad hok atau pendekatan proyek. Program kesejahteraan rakyat harus nyata dan berkesinambungan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *