OLAHRAGA

MERIAHKAN HUT RI, DPR GELAR LOMBA PANJAT BETUNG

HARIANTERBIT.CO – Dalam menyambut Hari Kemerdekaan LXXII, DPR RI menggelar Pesta Rakyat berupa lomba Panjat Bambu Betung di Lapangan Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (18/8).

Lomba tradisional pengganti panjat pinang ini merupakan tradisi yang paling ditunggu masyarakat. Soalnya, pesertanya selain karyawan di lingkungan Sekretariat Parlemen, Pamdal dan wartawan, juga diikuti masyarakat umum.

Kegiatan yang untuk ketiga kalinya digelar Sekretariat Jenderal DPR RI ini dibuka Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon. “Dirgahayu Republik Indonesia, Dirgahayu DPR RI ke-72. Dengan mengucapkan ‘Bismillahirohman nirrohim,’ pesta rakyat panjat bambu betung saya buka. Terimakasih,” kata Fadli.

Pada pesta rakyat ini, tidak menggunakan pinang seperti yang sebelumnya, tetapi menggunakan betung. Ini dilakukan dalam rangka merawat lingkungan, karena pohon pinang memerlukan waktu yang lama untuk tumbuh. “Pohon pinang satu meter memerlukan waktu tiga tahun, sedangkan bambu betung relatif lebih cepat.”

Sebelum acara dibuka, Sekeretaris Jenderal DPR RI Achmad Djuned melaporkan, pesta rakyat ini diikuti 72 tim panjat bentung. “Pesertanya dari seluruh wilayah Jabodetabek. Jadi, kegiatan tidak hanya diikuti oleh pegawai di lingkungan sekretariat jenderal DPR, MPR dan DPD. Tetapi juga seluruh masyarakat di wilayah Jabodetabek,” papar Djuned.

Ke depan, DPR mentradisikan panjat Betung bukan Panjat Pinang, karena bambu adalah tanaman khas Indonesia dan ada dimana-mana. Kegiatan ini ada hikmah yang dapat diambil yakni adanya kebersamaan.

Ini merupakan sebuah tradisi bangsa Indonesia. Kita adalah masyarakat yang mengindahkan gotong royong. Selain itu, betung diluimuri minyak, sehingga untuk memperebutkan hadiah memerlukan sebuah perjuangan keras.

“Jadi hadiah yang tergantung diatas adalah apa yang dicita-citakan bagi peserta. Dalam memperoleh cita-cita membutuhkan kerja keras, kerja sama dan kerja cerdas. Filosofi yang diambil dari panjat bambu adalah kerjasama, keuletan dan strategi,” demikian Achmad Djuned. (art)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *