KESRA

TIAP MINGGU SAPA KONSTITUEN, LANGKAH FIKRI PERLU DICONTOH

HARIANTERBIT.CO– Sebagian besar masyarakat di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah boleh dikatakan mengenal sosok laki-laki kelahiran Tegal 54 tahun silam ini.

Maklum, sudah tiga periode dia menjadi wakil rakyat untuk daerah itu. Dua periode sebelumnya, dia merupakan anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah. Periode kali ini, dia dipercata menjadi wakil rakyat dari Dapil Kubupaten Brebes.

Langkah laki-laki bernama lengkap Drs Abdul Fikri Faqih MM pantas untuk ditiru wakil rakyat lainnya. Sebagai Anggota DPR RI. Fikri Faqih memiliki kontribusi dalam pembangunan di Dapil yang dia wakili.

Sejak dilantik menjadi Anggota DPR RI Oktober 2014, Abdul Fikri rajin turun menyapa konstituennya yang meliputi Kota dan Kabupaten Tegal, serta Kabupaten Brebes.

Itu dia lakukan tidak hanya saat reses, tetapi hampir setiap pekan dia turun ke Dapil untuk untuk menyapa, menyerap dan memperjuangkan aspirasi konstituen untuk dibawa dalam perumusan kebijakan saat berada di parlemen. “Itu komitmen saya,” kata Fikri, Selasa (15/8).

Langkah Fikri itu sudah sudah dia lakukan sejak dirinya berada di kursi DPRD Provinsi Jawa Tengah 2004-2009 dan 2009-2014. Menurut dia, konstribusi terhadap peningkatan taraf kehidupan masyarakat Brebes bukan sekadar semata karena sosoknya sebagai wakil rakyat, melainkan karena keprihatinannya melihat data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Brebes sebagai kabupaten/kota peringkat terendah se-Jawa Tengah.

“Tiga periode saya mewakili dapil IX Jawa Tengah. Di tahun 2019 mendatang sepertinya tidak berubah. Dua periode lalu di provinsi. Kadang saya malu karena terlalu tidak bisa mengangkat potensi yang ada. Paling tidak untuk bersaing dengan kabupaten Brebes.”

Di sekitar kita, kata dia, mungkin hanya Kota Tegal yang masuk 10 besar IPM nya. “Sekarang ini mungkin peringkat 7. Tapi, Brebes menempati peringkat 35 terendah di seluruh Jawa Tengah menurut data BPS tahun 2016.”

Dari awal tahun menjabat di DPR RI, dia berjuang untuk pembangunan Brebes. Hal itu sebagaimana saat dirinya duduk di Komisi VIII yang menjadi mitra salah satunya dengan Kementerian Sosial dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Saya mendampingi terus. Bahkan waktu ada laporan dari Pak Sekwan BPBD Kabupaten Brebes, ada serkel yang putus sampai Gunung Geulis, Jipang, Bantarkawung, saya segera minta agar pak bupatinya kala itu, minta ajuan bantuan ke pusat.”

Alhamdulillah, lanjut dia, langsung cash dibantu Rp 250 juta. Bahkan dalam kondisi bencana, ada dana siap pakai yang bisa diambil berapa milyar pun. “Saya paksa BNPB ke lokasi bencanan agar dananya bisa turun. Alhamdulillah, dari pihak pemda juga hadir,” jelas wakil rakyat PKS kelahiran Slawi, Tegal ini.

Meski setelah cair, saya tidak diundang, lanjut dia, tetapi Fikri telah menjalankan fungsi utama sebagai dewan, yaitu budgeting dan aspirasi yaitu memfasilitasi antara pemerintah, masyarakat, dan parlemen, langsung short cut.

Kandidat Doktor Bidang Ilmu Lingkungan dari UNDIP ini tak mau sampai saja, komitmen dia untuk pembangunan juga terlihat saat meninjau kondisi Desa Wisata Kaliwingi Brebes.

Dirinya membawa rombongan besar untuk melihat betapa besarnya potensi pariwisata di daerah tersebut yang masih membutuhkan perhatian. Maka, untuk mencari solusinya, Abdul Fikri turut pula mengajak banyak profesor untuk menyusuri jalan sepanjang 1,5 kilometer yang masih belum diaspal.

“Termasuk juga kaliwingi, waktu itu saya membawa rombongan besar, saya bawa profesor banyak. 1,5 kilometer belum diaspal,” jelas Sekretaris Wilayah Dakwah (Wilda) PKS Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta (Jatijaya) ini.

Kini, Abdul Fikri yang menjadi Wakil Ketua Komisi X DPR RI ini, mengaku hanya dapat mendorong agar pemerintah daerah untuk concern untuk mengoptimalkan setiap potensi yang ada di wilayahnya masing-masing, secara lebih fokus dan terencana. Termasuk mengembangkan industri kreatif yang tidak melulu berasal dari potensi alam di daerah.

“Sekarang ini eranya industri kreatif, jadi kalau kita hanya mengandalkan bentang alam, sudah tidak eranya lagi. Di satu sisi, kita tidak bisa menjual, dan tidak bisa mendapatkan apa-apa. Sangat sulit untuk bisa cepat dapat keuntungan,” jelas Abdul Fikri

Karena itu, dalam tiap resesnya, Abdul Fikri mengajak para mitra di Komisi X untuk mengembangkan perekonomian dan pembangunan di masyarakat. Termasuk, jika diperlukan untuk membuat kesepakatan berupa MoU kepada kementerian/lembaga terkait. “Segera saja, kalau memang segera dibutuhkan untuk kemajuan Brebes segera dibuatkan MoU,” tegas Abdul Fikri. {art)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *