KASUS

BRI TERUS MENINGKATKAN LAYANAN, TAK ALERGI DIKRITIK

HARIANTERBIT.CO – Kritik atau teguran merupakan penghantar jalan menuju kesuksesan, untuk itulah Irene, Kepala Divisi 1 BRI, menyikapi kritik selalu dengan senyum dan memperbaiki diri. “Kritik itu ibarat obat, asal jangan fitnah atau black campaign,” ujarnya saat dikonfirmasi soal munculnya keluhan layanan di BRI, Gedung Biru Polda Metro Jaya, Minggu.

Menurutnya selama ini pihak BRI terus meningkatkan layanan seiring dengan apa yang dilakukan Polri dalam melayani masyarakat wajib pajak di wilayah manapun. “Segala masalah atau keluhan pasti ada solusi, harus kita sikapi bersama, demi perbaikan,” tuturnya.

Keluhan warga, berjubel di depan loket BRI Gedung Biru

Mendengar kritik adanya antrian di depan loket BRI Gedung Biru Polda Metro Jaya, menyebabkan kinerja pelayanan BPKB tersendat, Irene menepisnya, jauh sebelumnya pihak BRI sudah merencanakan menambah loket, namun terkendala ruang dan tempat. “Kami punya bukti dan crew BRI tak ada yang datang terlambat, kan bisa dilihat dari absensinya,” tuturnya.

Menyikapi tantangan pelayanan yang semakin meningkat dalam waktu dekat BRI akan membangun gedung di dekat Pom Bensin lingkungan Polda Metro dan BRI akan menambah loket dekat tangga Gedung Biru. “Kami terus melakukan inovasi dan menjawab semua keluhan masyarakat,” tambahnya.

Diwartakan sebelumnya, Sistem FIFO (First In First Out), ibarat ban berjalan terlihat oleh para wajib pajak. Tak ada lagi prioritas bagi siapapun. Siapa datang duluan ya didahulukan penyelesaiannya.

Namun sayang, peningkatan layanan di Gedung Biru tak diimbangi dengan semangat kinerja dari crew BRI (Bank Rakyat Indonesia) cabang Gedung Biru. Masih ada penumpukan antrian, karena kurangnya loket pelayanan.

Disamping kurangnya loket, juga kurangnya maksimal pelayanan. Ketika wajib pajak sudah berdatangan untuk membayar PNBP, loket belum buka. Hal ini sangat mengganggu sehingga antrian menumpuk di depan loket BRI.

“Secara sistem sudah bagus. Tertib dan tak ada masalah. Hanya BRI-nya yang bukanya suka telat. Hari ini BRI hanya satu loket yang buka. Sebenarnya jika buka BRI-nya tak telat dan tidak satu loket yang buka seperti hari ini. Seperti biasa enak,” kata salah seorang wajib pajak yang kebetulan mengantri di loket BRI Polda Metro Jaya, Jumat (12/8).

Rojai, salah seorang wajib pajak yang tinggal di Karet Kuningan, Jakarta Selatan, mengaku sangat memahami jam kerja di Samsat. Petugas kepolisian dari jajaran Direktorat Lalulintas sudah mulai kerja pukul 08.00 WIB. Seharusnya jam kerja di loket BRI menyesuaikan dengan bukanya loket layanan BPKB, dan tak ada salahnya menambah loket layanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *