DAERAH

MAS DAR WIS, TERAPKAN KONSEP RUKUN ANTIPREMANISME

HARIANTERBIT.CO – Masyarakat sadar wisata ( mas dar wis) tatkala terbentuk akan menjadi sumber daya baru dan menjadi potensi konflik sosial. Tatkala spot sudah dibuka, orang2 mulai berdatangan, dan menghasilkan uang cukup besar maka para aparatur akan mengindik siap memeras atau ngusili agar setor.

Ini penyakit-2 oknum-2 birokrat yang nyebel2-in dan menyedot darah rakyat. Dari menanyakan ijinlah, ini itulah sampai ke hal-2 yang ujung2-nya duit. Selain itu, kelompok-kelompok kemasyarakatan akan mengaum mengatasnamakan apa saja dari adat sampai dengan agama bisa dipakai yg ujung-2 nya sama juga, pingin kebagian.

Premanisme dan spirit balung kere akan muncul ke Mas Dar Wis sudah menggelora. Kaum2 yg berjiwa preman memang spiritnya Dar Wis itu menjadi modar yo wis.

Mematikan produktifitas. Ini memalukan sekali. Semangat miskin bersama ini menjadi spirit kaum-2 yang sok merasa paling apa saja, dari yg paling dirugikan sampai yang paling dekat dengan Tuhan.

Seolah olah dirinya atau kelompoknya kalau njeplak suaranya menjadi penyambung lidah rakyat atau menjadi titian jalan ke surga. Kaum2 preman ini biang kerok yg merusak kecerdasan bangsa. Kaum2 pemalak , kaum terima setoran menjadi penghalang darwis.

ilustrasi

Dalam membangun Mas Dar Wis memang harus memikirkan kaum lokalan agar mereka jaga keberkahan bukan hanya dikuasai orang luar. Jangan sampai kaum lokal hanya kebagian parkir, asongan dan wc umum.

Jangan pula sampai hanya mengeruk tanpa transformasi dan pemberdayaan daerah lokal. Tatkala Darwis menjadi besar penguasa akan memanfaatkan mitranya untuk mendominasi dan menutup peluang2 bagi hidupnya kaum lokalan.

Menurut Aminoto dosen UGM yang akrab dipanggil Mbah Noto mengatakan : “Maraknya objek2 wisata baru dan spot2 baru hasil gotong royong masyarakat, apabila tidak dikelola dengan baik akan menjadikan potensi konflik antar desa.

Dan jika hal ini terjadi, cukup mudah pihak luar/pemodal besar untuk meminggirkan masyarakat yg berkonflik menjadi penonton dan rebut balung tanpo isi”.

Mas Darwis menjadi harapan baru namun jangan sampai menjadi remuk bareng, jangan pula spirit balung kere para preman ini merajai atau menguasai. Mas Darwis merupakan harapan baru untuk dapat menumbuhkembangkan kualitas hidup masyarakat, dan agar tidak menjadi modar yo wis.

Tentu saja mereka akan menjaga toleransi, keamanan, keselamatan, kelancaran, keteraturan sosial, keindahan, heritage, hingga kebersihan.

Menampilkan Karya 2 anak bangsa merupakan kesadaran kepekaan kepedulian dan bela rasa dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara. Yang dapat dibangun melalui masyarakat yang sadar wisata.- Crisnanda DL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *