POLRI

POLRESTA DEPOK BERLAKUKAN SANKSI BAGI PENGEMUDI OJEK ONLINE NAKAL

HARIANTERBIT.CO – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Depok, Jawa Barat mulai memberlakukan aturan bagi para pengendara, khususnya pengemudi ojek online untuk tidak berhenti di sembarang tempat. Para pelanggar akan dikenakan sanksi kurungan paling lama satu bulan dan denda paling banyak Rp250.000. Aturan tersebut diberlakukan karena belakangan mulai marak kendaraan bermotor yang parkir di badan-badan jalan, terutama di jalur protokol hingga membuat kemacetan arus lalu lintas.

Pemberlakukan aturan yang dilakukan pihak Polresta Depok itu mengacu pada undang-undang yang ada, yakni UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dalam penerapan aturan yang diberlakukan ini, Polresta Depok juga menyertakan Pasal 287 Ayat 3 UU No 22 Tahun 2009 tentang Sanksi Melanggar Aturan Gerakan Lalu Lintas atau Tata Cara Berhenti dan Parkir.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polresta Depok Kompol Sutomo mengatakan, aturan tersebut mulai diberlakukan hari ini. Hanya saja, pihaknya masih melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada para pengendara, terutama para pengemudi ojek online.

“Hari ini mulai diberlakukan, tapi masih kami masih melakukan sosialisasi. Sebab mungkin belum semua pengendara yang paham dengan aturan ini,” ujar Sutomo, Rabu (9/8) pagi.

Sutomo menambahkan, aturan diberlakukan guna menciptakan situasi dan kondisi aman di jalan raya. Untuk mencapai sikon tersebut, menurut Sutomo, perlu adanya kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas. “Ini salah upaya kami dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas atau kamseltibcar lantas di wilayah hukum Polresta Depok,” lanjut Sutomo.

Diakui Sutomo, pemberlakuan aturan tersebut, selain dalam upaya menegakkan hukum, juga disebabkan oleh maraknya para pengemudi ojek online yang parkir di bahu-bahu jalan, sehingga mengganggu arus lalu lintas. “Jika setelah imbauan ini mereka masih tetap melanggar, kami akan memberikan sanksi, sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” tegas Sutomo. (arya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *