DAERAH

MENTERI PPA APRESIASI PEMKAB BIAK NUMFOR SEBAGAI KABUPATEN LAYAK ANAK

HARIANTERBIT.CO – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Susana Yembise menghadiri perayaan Hari Anak Nasional di Kabupaten Biak Numfor, Papua, dan menyelenggarakan Dialog Penguatan Ketahanan Keluarga dalam Upaya Meningkatkan Ekonomi Keluarga dan Pelatihan Kewirausahaan bagi Perempuan Lansia.

Di tanah kelahirannya, Menteri Yohana mengimbau, agar pemerintah dapat bekerja sama dengan masyarakat untuk mewujudkan perlindungan anak dan meningkatkan ekonomi keluarga, khususnya bagi perempuan lansia.

“Saya mengapresiasi usaha Bupati dan pemerintah daerah karena Kabupaten Biak Numfor telah dicanangkan sebagai Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). Hal ini dibuktikan dengan pemberian penghargaan dari Kementerian PPPA terkait Taman Ramah Anak (TRA) di Kabupaten Biak Numfor, dan hal ini merupakan yang pertama kali di Provinsi Papua. Selain itu, Bupati telah menyerahkan akta kelahiran anak sebanyak 2017 kepada saya secara simbolis,” kata Menteri Yohana, dalam sambutannya di Lapangan Putra Angkasa, Kabupaten Biak Numfor, Papua, dalam pers rilisnya Rabu (9/8).

Menteri PPA menambahkan, ini merupakan beberapa indikator dari sebuah Kabupaten Ramah Anak (KRA). Saya yakin, jika pemerintah mampu bekerja sama dengan masyarakat, maka Indonesia Layak Anak (ILA) akan tercapai pada tahun 2030 dan Kabupaten Biak Numfor menjadi Kabupaten/Kota Layak Anak.

Suara Anak Biak Numfor yang disampaikan oleh perwakilan dari Forum Anak Nasional bahwa suara, aspirasi, kebutuhan, dan kepentingan anak perlu menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan dan merupakan bagian tidak terpisahkan dalam setiap perencanaan proses pembangunan.

Terkait permasalahan yang dialami oleh anak-anak, Menteri Yohana mengingatkan kepada orang tua bahwa permasalahan yang terjadi pada anak-anak salah satunya berasal dari ketidaksesuaian pola pengasuhan keluarga.

“Memang tidak mudah untuk menurunkan angka kekerasan pada anak-anak dan keterlibatan anak-anak pada minuman keras, khususnya di Papua. Namun, dengan komitmen dan kerja sama antara Pemerintah dan masyarakat, mata rantai kekerasan pada anak dapat diputuskan,” ujarnya.

Menteri PPA Yohana Susana Yembise berjabat tangan dengan Bupati Biak Numfor Thomas Alfa Edison Ondi, usai menerima penghargaan atas pencanangannya sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) di Lapangan Putra Angkasa, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Rabu (9/8).

Sementara itu, Bupati Biak Numfor Thomas Alfa Edison Ondi mengatakan, Kabupaten Biak Numfor baru saja menerima penghargaan Adipura 2017. Dalam meraih penghargaan Adipura tidak terlepas dari kontribusi anak-anak melalui pemberian pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan.

“Pemerintah Daerah Biak Numfor telah menggerakkan anak-anak dari rumah dan sekolah untuk selalu menjaga kebersihan, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun tempat bermain. Oleh karena itu, peran pemerintah sangatlah penting dalam mendidik dan melindungi anak-anak,” kata Thomas.

Usai menari dan bernyanyi lagu Apuse bersama dengan anak-anak dalam perayaan Hari Anak Nasional, Menteri Yohana menyelenggarakan Dialog Penguatan Ketahanan Keluarga dalam Upaya Meningkatkan Ekonomi Keluarga dan Pelatihan Kewirausahaan dengan Perempuan Lansia di Balai Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), Kabupaten Biak Numfor, Papua.

Dalam proses dialog tersebut, salah satu perwakilan perempuan lansia, Albertina Buas, meminta Menteri Yohana agar kelompok lansia diberikan pendampingan, khususnya pendampingan secara finansial, karena selama ini mayoritas perempuan di Biak hanya menjual buah pinang di depan rumah.

Menurut Menteri Yohana, perempuan di Kabupaten Biak Numfor, khususnya perempuan lansia, harus mampu mengembangkan usahanya. Perempuan-perempuan Papua memang masih membutuhkan pendampingan dan pengembangan usaha, lebih dari sekadar menjual buah pinang.

“Pengembangan usaha dapat dilakukan melalui pelatihan yang disesuaikan dengan kearifan lokal Papua, seperti kerajinan tangan, tas sulam, atau makanan khas Papua dan pendampingan yang dapat menjembatani antara kelompok perempuan lansia dan Pemerintah,” imbuh Yohana. (*/dade/rel)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *