NASIONAL

ARSUL SANI: TIMBULKAN MASALAH, TINJAU ULANG KEBIJAKAN BEBAS VISA

HARIANTERBIT.CO– Kebijakan bebas visa yang diterapkan sejak tahun lalu oleh pemerintahan di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menimbulkan banyak masalah.

Soalnya, kebijakan itu disalahgunakan karena datang ke Indonesia sebagai turis tetapi menetap dan mencari pekerjaan di Indonesia. Bahkan marak kejahatan dilakukan warga negara asing terutama Warga Negara Asing (WNA) baik itu tindak kriminal seperti pemasok narkoba, cyber maupun tindak pidana lainnya berupa penipuan. Tindak kejahatan itu umumnya dilakukan WNA asal China.

Itu diakui anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani. Untuk menjaga kedaultan dan keamanan bangsa Indonesia, dia mendesak pemerintah dalam hal ini Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) meninjau kembali kebijakan bebas visa khususnya buat warga negara China.

“Belakangan ini banyak penyalahgunaan bebas visa berkunjung ke Indonesia dimanfaatkan warga negara asing terutama WNA asal China. Mereka bukan hanya menetap dan mencari pekerjaan di Indonesia tetapi juga melakukan kejahatan, Negara tidak dapat melakukan pengawasan maksimal terhadap yang memanfaatkan bebas visa berkunjung ke Indonesia,” kata Arsul, pekan ini.

Lebih jauh politisi senior partai berlambang Ka”bah tersebut mengatakan, semula kebijakan bebas visa ini bertujuan untuk menambah devisa negara melalui kunjungan wisatawan. Namun, ternyata kebijakan ini justru membuat keamanan dan kenyamanan negara terganggu.

Pekan ini, Komisi III DPR RI melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Provinsi Maluku. Dari Kunker itu anggota Komisi III DPR RI menemukan kasus banyaknya orang asing yang datang sebagai nelayan. “Mereka melakukan illegal fishing dan menetap di Maluku.”

Adanya penyalahgunaan izin berkunjung tersebut, jelas wakil rakyat dari Dapil Jawa Tengah ini, memberikan penegasan bahwa perlu dievaluasi dari kebijakan bebas visa diberikan.

“Alih-alih untuk pemasukan devisa dari pariwisata, ternyata tidak ada kenaikan yang signifikan. Justru kerugian dari banyknya kejahatan melibatkan WNA yang sedang berkunjung ke negara kita,” papar Arsul.

Seharusnya, lanjut anggota komisi hukum dan kemanan dalam negeri ini, rakyat Indonesia juga mendapatkan hak dan perlakuan yang sama ketika berkunjung ke negara lain.

Namun, sampai sekarang masih banyak Warga Negara Indonesia yang mengalami kesulitan untuk berkunjung ke luar negeri. Padahal, pemerintah Indonesia begitu bebasnya membuka kunjungan kewarga negara asing.

Dengan banyaknya kejadian penyalahgunaan izin, bahkan banyak warga negara asing yang melakukan kejahatan, ini jadi momentum untuk menijau kembali kebijakan bebas visa, hal ini akn membuat warga negara Indonesia terlindungi dengan baik.

“Jadi, saya kira penting sekali, apalagi ditemukan puluhan WNA asal China melakukan kejahatan cyber, ini menjadi pelajaran penting bagi kita supya pemerintah segera meninjau dan mengevalusi kebijakan benas visa tersebut, untuk melindungi warga negara Indonesia,” demikian Arsul Sani. (art)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *