KISRUH

MOGOK KERJA SP-JICT DIDUGA WANPRESTASI DIREKSI TERHADAP HAK PEKERJA

HARIANTERBIT.CO – Mogok pekerja merupakan reaksi atas wanprestasi kesepakatan oleh direksi terhadap hak pekerja akibat uang sewa ilegal perpanjangan kontrak jilid II.

Aksi penyelamatan aset nasional JICT dilakukan sejak 2014, namun coba dibusukkan oleh gerakan yang sistematis, masif dan terstruktur oleh beberapa pihak dengan isu gaji besar pekerja.

“Sesungguhnya tidak seorang pun, berapa pun besarnya penghasilan, akan merelakan haknya dirampas. Sementara direksi JICT yang bergaji jauh lebih besar yakni di atas Rp2,5 miliar per tahun diduga sengaja wanprestasi terhadap hak-hak pekerja, dan membiarkan JICT rugi ratusan miliar rupiah akibat mogok kerja. Prestasi buruk direksi ini patut dicurigai bagian dari gerakan memuluskan penjualan aset nasional JICT,” kata Sekretaris Jenderal Serikat Pekerja Jakarta International Container Terminal (SP-JICT) Firmansyah, saat berunjuk rasa di depan Kantor JICT, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (4/8).

Pendapatan perusahaan yang besar atau mencapai Rp3,5-4 triliun per tahun, diduga menjadi sumber bancakan korupsi bagi direksi dan investor Hutchison serta pihak-pihak lain untuk terus mengamankan perpanjangan kontrak JICT. Tercatat, sejak tahun 2015, JICT telah melakukan super efisiensi besar-besaran karena beban sewa perpanjangan kontrak JICT USD 85 juta/tahun, padahal pendapatan perusahaan naik 4,6 persen di tahun 2016.

“Jadi perpanjangan kontrak JICT jilid II (2015-2039) yang dilakukan Pelindo II kepada Hutchison, telah terbukti tidak ada nilai tambah karena melanggar UU, merugikan negara, pekerja dan JICT sendiri dalam jangka waktu panjang. Untuk itu, perjuangan terhadap hak-hak pekerja karena dampak perpanjangan kontrak JICT menjadi penting,” ujarnya.

Namun hal yang tidak kalah penting adalah, bagaimana menyelamatkan aset nasional JICT yang masa kontrak jilid I habis di 2019, agar bisa dikelola bangsa sendiri sesuai visi kemandirian nasional. (*/dade/rel)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *