PERISTIWA

SATGAS PPA TERKENDALA DANA PENJANGKAUAN

HARIANTERBIT.CO – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional Satuan Tugas Penanganan Masalah Perempuan dan Anak (Satgas PPA) di Jakarta. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengetahui tugas, fungsi, dan kendala yang dialami oleh Satgas PPA di lapangan sejak didirikan pada 2016 hingga saat ini.

Satgas PPA adalah bagian dari upaya perlindungan anak dan perempuan yang dibentuk oleh Kemen PPPA untuk membantu tugas pemerintah, terutama untuk menjangkau kasus-kasus kekerasan pada perempuan dan anak di daerah yang semakin meningkat. “Baik Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan Dinas PPPA harus dapat bekerja sama dengan Satgas PPA,” kata Menteri Yohana Susana Yembise, Senin (31/7).

Yohana Susana Yembise

Dalam rakornas tersebut, Menteri PPPA melakukan dialog dengan anggota Satgas PPA terkait apa saja kendala yang selama ini dialami di lapangan di antaranya yaitu, permasalahan koordinasi dengan pihak P2TP2A, Dinas PPPA, dan pemerintah daerah, serta permasalahan dana penjangkauan.

“Dalam sehari, kami dapat menangani lima kasus. Namun, usaha kami untuk menangani kasus tersebut seringkali terhambat karena kurangnya dana penjangkauan akibat kurangnya koordinasi dengan P2TP2A dan Dinas PPPA,” ujar salah satu anggota Satgas PPA dari Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Sementara itu Kepala Biro Hukum dan Humas Kemen PPPA Hasan mengatakan, masih terdapat koordinasi yang kurang baik antara Satgas PPPA, P2TP2A, dan Dinas PPPA di beberapa daerah. Hal tersebut disebabkan karena adanya persepsi yang menganggap bahwa Satgas PPA akan menandingi tugas P2TP2A atau Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinas PPPA), bahkan mengambil alih tugas pemerintah daerah dalam memberikan layanan serta menangani permasalahan perempuan dan anak di daerah.

“Padahal, sebenarnya peran Satgas PPA adalah untuk membantu kinerja P2TP2A dan Dinas PPPA dalam menjangkau dan mengidentifikasi perempuan dan anak korban kekerasan. Hasil Rapat Koordinasi Nasional Satgas PPA diharapkan dapat dijadikan sebagai dasar untuk perbaikan, pembelajaran, dan informasi bagi penyusunan perencanaan kebijakan dan pelaksanaan tugas Satgas PPPA,” kata Hasan.

Lebih lanjut dikatakan Hasan, Kemen PPPA akan mengadakan rapat terkait penyaluran dana penjangkauan yang selama ini hanya bisa dikoordinasikan hingga tingkat provinsi, dan akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait tugas, kedudukan, dan serta fungsi satgas PPA, di mana seharusnya Satgas PPA berperan dalam melakukan penjangkauan, identifikasi, perlindungan, dan pelayanan terhadap perempuan dan anak korban kekerasan.

“Saya juga mengimbau kepada P2TP2A, Dinas PPPA, dan pemerintah daerah agar dapat memberikan bimbingan dan dapat bersiergi dengan Satgas PPA dalam menjalankan tugas penanganan masalah perempuan dan anak dengan baik di daerah demi melindungi perempuan dan anak di daerah,” pungkas Menteri Yohana. (*/dade/rel)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *