BISNIS

DIVERSIFIKASI EKSPOR INDONESIA HARUS TERUS DIDORONG

HARIANTERBIT.CO – Pemerintah Indonesia mengharapkan agar para pelaku usaha mengambil sasaran ekspornya ke negara-negara di Afrika. Setelah Afrika Selatan, kini giliran Nigeria menjadi sasaran ekspor pemerintah Indonesia. Saat melakukan lawatannya ke sejumlah negara di Afrika, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengharapkan agar peluang tersebut bisa dimanfaatkan oleh para pelaku usaha asal Indonesia.

Mohammad Faisal

Menanggapi langkah yang akan ditempuh pemerintah tersebut, Direktur Riset Center of Reforms Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan, kebijakan ekspor ke negara nontradisional baik untuk mendompleng performa ekspor Indonesia. Pasalnya, ekspor Indonesia ke negara-negara Afrika belum sebanyak ekspor ke negara tujuan utama ekspor, seperti Tiongkok, India, dan negara-negara Eropa.

“Bagus dan tepat sekali menurut saya. Karena satu, dari sisi kalau kita melihat performa ekspor kita, pertumbuhan ekspor kita ke negara-negara yang bukan mitra dagang utama kita, yang nontradisional itu termasuk negara-negara di Afrika, pertumbuhan ekspornya lebih rendah,” kata Faisal saat dihubungi wartawan, Jumat (28/7).

Faisal menegaskan, diversifikasi ekspor harus terus didorong ke negara-negara nontradisional. “Artinya ekspor untuk negara-negara yang bukan negara-negara tradisional, atau dalam kata lain diversifikasi ekspor itu, harus terus didorong,” tukas Faisal.

Pada 2016, total perdagangan antara kedua negara mencapai 1,6 miliar dolar AS, dengan nilai ekspor Indonesia mencapai 310,8 juta dolar AS dan nilai impor sebesar 1,28 miliar dolar AS. Defisit bagi Indonesia sebagian besar berasal dari impor minyak dan gas.

Sementara jika dilihat dari sektor nonmigas, sesungguhnya Indonesia mengantongi surplus 302,72 juta dolar AS. Produk ekspor nonmigas Indonesia ke Nigeria antara lain kertas, kelapa sawit, obat-obatan dan bumbu-bumbu. (arya)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *