PRESIDIUM MRI BERHARAP POLRI KEMBALI KE RELNYA SEBAGAI PENGAYOM MASYARAKAT

Posted on

HARIANTERBIT.CO – Presidium Musyawarah Rakyat Indonesia (MRI) kembali mendatangi Mabes Polri. Sebelumnya Presidium MRI juga telah mendatangi Mabes Polri untuk bertemu Wakapolri Komjen Pol Drs Syafruddin MSi, namun tidak berada di tempat untuk yang kedua kalinya, akan tetapi MRI tidak patah semangat untuk membela kepentingan rakyat khususnya terkait hak asasi manusia (HAM).

Yudi Syamhudi Suyuti

Kedatangaan MRI ke Mabes Polri untuk menyampaikan Keberatannya kepada pejabat polisi yang menyatakan bahwa akan mempidanakan siapa pun yang mengaitkan kasus penistaan Hermansyah dengan terbongkarnya fitnah chat Habib Rizieq. “Karena kasus ini sebuah tindakan pelanggaran konstitusi Pasal 28 UUD 1945, kemudian UU No 9 Tahun 1998 dan kode etik polisi kenegaraan itu sendiri, di mana kode etik polisi itu menyatakan bahwa polisi harus bersikap netral dalam berpolitik, polisi harus menjunjung tinggi hak asasi manusia,” kata Ketua Presidium MRI Yudi Syamhudi Suyuti di Mabes Polri, Jumat (21/7).

Sebab, sambung Yudi, ini akan menjadi dampak yang tidak baik, masyarakat tidak akan percaya lagi pada pemerintah, di mana pemerintah adalah bagian dari negara. Masyarakat tidak lagi apresiatif kepada pemerintah dan bahkan mendorong terjadi pembangkangan.

“Tujannya yang ingin menghadap Wakapolri, berharap polisi bisa bertugas sesuai dengan fungsi tugas kepolisian, tidak lagi berada di ruang politik praktis, yang menyangkut prosedur pemilu maupun sidang istimewa yang sedang kita perjuangkan,” ujarnya.

Alasan MRI tidak menghadap kepada Kapolri, dikarenakan sebelumnya ada kabar yang menyatakan, Kapolri berkeinginan pensiun dini, oleh karenanya MRI sengaja mendatangi Wakapolri. “Kalau kami datangi Kapolri dan khawatir laporan kita tidak diproses, oleh sebab Kapolri diganti,” katanya.

“Karena instrumen kepolisian ada indikasi terkait dengan politik rezim Jokowi, MRI berharap, polisi kembali ke relnya sesuai fungsi sebagai alat keamanan dan pengayom masyarakat. Jika polisi mau bekerja sama dengan masyarakat bisa membentuk tim independen akan lebih bagus lagi,” ungkap Yudi. (*/dade/rel)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.