INDOPOLITIKA INSTITUTE : MENEROPONG PILKADA SUMSEL 2018

Posted on

HARIANTERBIT.CO – Pilgub Sumsel 2018 telah memunculkan banyak nama yang akan berlaga, mereka adalah Edi Santana, Giri Kiemas, Ishak Mekky, Aswari Riva’i, Sarjan Taher, Susno Duadji, Herman Deru, Iskandar Sahil, Syahrial Oesman tak tertinggal nama putera gubernur petahana Alek Noerdin, Dodi Reza Alex. Dari nama-nama yang muncul itu patut diduga akan terjadi pengulangan pertempuran lama sebagaimana terjadi di pilkada sebelumnya. Kubu Alex Noerdin akan melawan kubu Herman Deru, demikian dinyatakan pengamat politik dari Indopolitika Institute, Mus S Galih kepada wartawan saat diskusi “Meneropong Pilkada Sumsel 2018” yang digelar Kaukus Pemerhati Pilkada Serentak Sumsel, di Palembang, Jumat (14/7).

Galih, demikian Mus S Galih biasa disapa, menjelaskan bahwa Alex Noerdin sebagai petahana memang tak mungkin ikut serta dalam kontestasi, namun ia tak akan mau kehilangan kekuasaannya, pasti banyak yang harus dijaga agar rencana dan program ideal yang digagasnya dapat terus terlaksana. “Jangan dikira Alex Noerdin akan melepas Pilgub Sumsel 2018 nanti. Ia pasti akan turun. Ia akan cari figur yang bisa kalahkan Deru,” ujarnya.

Galih menyakini Alex tak akan mau jika seterunya Herman Deru memenangkan Pilgub Sumsel, ia akan membangun koalisi untuk menumbangkan Deru. Karenanya Galih meyakini Alex Noerdin kini sedang menghitung benar siapa figur kuat yang mampu kalahkan Deru. “Bisa saja turunkan Dodi Reza Alex yang baru terpilih sebagai Bupati Muba atau mendorong Syahrial Oesman untuk turun gunung kalahkan Deru, ini karena berdasar rilis survei terkini beberapa lembaga, Syahrial dan Deru merupakan dua calon dengan elektabilitas tertinggi,” ungkapnya.

Galih menutup pernyataannya dengan memberi penekanan pada kemungkinan diborongnya kendaraan parpol oleh kubu Alex, jika ini terjadi Deru akan layu sebelum berkembang, kalah sebelum bertarung. Jika itu terjadi maka Syahrial akan diuntungkan, itu karena basis suaranya sama dengan Deru. “Dua figur ini berasal dari satu wilayah, sama-sama punya pendukung fanatik. Jika salah satu tidak turun, pendukungnya akan saling beralih. Jika keduanya turun, akan saling bertahan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.