PERISTIWA

GP ANSOR JAKTIM GELAR HALAQAH ALIM ULAMA SE-DKI JAKARTA

HARIANTERBIT.CO – Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi kultural terbesar di negeri ini telah memasuki usia mapan. Jejak organisasi tradisional berbasis keislaman yang massanya terbesar di seluruh pelosok Nusantara ini sedang memasuki tahapan baru dengan berbagai agenda penting.

Di rentang usianya yang panjang, organisasi dengan paham Ahlussunnah wal Jama’ah ini memiliki berbagai jejak sejarah esensial sebagai bagian lokomotif keislaman di negeri ini.

Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Andry Wibowo menerima cinderamata dari Ketua Ponpes Al-Hamid Lukman Hakim, disaksiksn Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Jakarta Timur KH. Mahmud Muzofar, usai acara Halaqah Alim Ulama se-DKI Jakarta, Minggu (18/6).

NU menjadi perekat persatuan negara dari serbuan isu disintegrasi bangsa. Booming terjadi di tengah kebebasan berekspresi pada era reformasi justru memberi panggung kepada kelompok radikal mengekspresikan pikiran dan gerakannya berpotensi menggerogoti NKRI melalui isu SARA, provokasi permusuhan dan terorisme. Perkembangan teknologi informasi yang melahirkan situs internet dan media sosial dimanfaatkan betul oleh kelompok radikal untuk menyebarluaskan pengaruhnya.

Atas dasar itu Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jakarta Timur menggelar Halaqah Alim Ulama se-DKI Jakarta dengan bertemakan ‘Menangkal Radikalisme dengan Menguatkan Aqidah Ahlussunah wal Jama’ah Demi Utuhnya NKRI’ yang mengambil tempat di Pondok Pesantren Al-Hamid Jakarta Timur, Minggu (18/6).

Acara tersebut dihadiri oleh Alim Ulama se-DKI Jakarta, Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol DR (C) Andy Wibowo SIK, MSi, Ketua Ponpes Al-Hamid Lukman Hakim, Kasubdit Pendidikan Pesantren Kemenag RI Dr Ahmad Zayadi MPd, Deputi 1 BNPT Mayjen TNI Abdul Rahman Kadir, Anggota DPR dari PDIP Hj Wiryanti Sukamdani, Kadensus 99 Satkornas Banser Habib Nurul Zaman. (*/dade/rel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *