PERISTIWA

RUMAH KAMNAS UCAPKAN SELAMAT DILANTIKNYA UKP-PIP

HARIANTERBIT.CO – Rumah Kamnas memberi apresiasi kepada Presiden RI Joko Widodo dan sekaligus ucapan selamat kepada Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) yang baru terbentuk dan pengurusnya yang dilantik 7 Juni 2017 di Istana Negara.

Amanat dipundakmu, bagaimana Pancasila sebagai Idiologi bangsa dapat diterima dan dipahami oleh seluruh masyarakat Indonesia tanpa kecuali, Pancasila terbukti sebagai pemersatu bangsa Indonesia. Saat ini, semarak muncul di medsos istilah labeling, politik identitas dan kelompok intoleran atau radikal, secara terbuka tanpa tabir aling-aling muncul dengan lantang dan gagah berani menghiasi setiap hari di medsos.

Di medsos atau WA bak pesta rakyat terus bergemuruh celotehan kata sopan dan kasar, kata pantas dan tidak pantas berseliweran tanpa henti seperti kata, tempeleng, tendang, dan kata2 lain yg kurang enak didengar. Baik untuk anak2, ibu2, orang tua, guru, dosen dan ustad sekalipun, itu dilontarkan tanpa kecuali yg SD, SMP sampai Doktor, baik pakai akun palsu maupun asli.

MERASA GR

Ada pihak yg merasa ke-GR-an ( percaya diri berlebihan ), dengan kebebasan medsos yg luar biasa tersebut panggungnya sangat terbuka luas, terlebih lagi ketemu dg momentum politik maka semakin evoria gerakan itu, siapa memanfaatkan siapa, siapa memanfaatkan apa, apa untuk siapa, siapa untuk apa..! susah di tebak.

bercampurnya berbagai bentuk, warna dan kepentingan tersebut kedalam adukan yg luar biasa dahsyat, semakin nggak tahu mau bikin apa adukan itu, karena memang yg ngaduk dan yg diaduk tidak cukup kuat untuk menjadikan apa adukan itu.

Semoga masuknya produk tehnologi atau internet yg berbentuk WA dan sejenisnya, sebagai sarana komunikasi atau adukan berbagai kepentingan berbagai kelompok dan individu akan membawa para pemimpin politik dan tokoh masyarakat segera introspeksi diri dan evaluasi bahwa Pancasila itu final sebagai Idiologi bangsa indonesia, merawat serta mempererat kebhinekaan kita serta UUD 1945 sebagai konstitusi NKRI titik.

SOSIALISASIKAN IDEOLOGI

Mensosialisasikan sebuah Ideologi tidak boleh berhenti, sepanjang negara ini berdiri tegak, penanaman nilai2 Pancasila sebagai Ideologi bangsa Indonesia harus berjalan, tidak boleh berhenti sedetikpun.

Ideologi itu seperti detak jantung, bila manusia detak jantung berhenti maka itulah kematian. Oleh karenanya Ideologi Pancasila adalah jiwa dan raga suatu bangsa, harus tetap berdenyut setiap detik.

Bagaimana bila ada ideologi lain (gejala tumbuh ideologi baru) maka ideologi itu harus ditempatkan sebagai pihak lain, karena ideologi itu seperti jantung di diri manusia tidak mungkin ada dua jantung.

Seorang yg meyakini ideologi tertentu biasanya hanya kematian yg bisa memisahkan ideologi tsb.

UKP PIP harus bisa merumuskan setrategi untuk menjadikan sasaran sosialisasi atau target programnya, baik WNI atau WNA yg punya atau ada gejala meyakini ideologi tertentu.

Rumah Kamnas mengucapkan selamat bekerja Kepada Sdr. Yudi Latif Ph.D, Menjadi Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila. Serta Dewan Pengarah Ibu Megawati Soekarnoputri, Prof. Dr. Muhammad Mahfud MD. SH, Prof. Dr. Syafi’i Ma’arif, K.H. Ma’ruf Amin, Prof. Dr KH. Muhammad Sirajuddin Syamsuddin, MA. Dr. Andreas Anangguru Yowangoe, Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, SIP, Sudhamek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *