BISNIS

HARGA BAHAN POKOK RAMADAN TAHUN INI LEBIH STABIL

HARIANTERBIT.CO – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menilai, kebijakan pemerintah dalam menetapkan harga eceran tertinggi (HET) pada beberapa jenis komoditas, mampu menekan angka kenaikan inflasi yang tinggi yang biasanya terjadi pada momen jelang Ramadan dan lebaran.

Suhariyanto menjelaskan, inflasi yang biasanya terjadi pada momen sebelum Ramadan dan lebaran pada tahun lalu, kini bisa ditekan pada tahun ini. Hal itu disebabkan karena beberapa kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.

Ia menambahkan, jika tak ada kebijakan HET Kemendag, bisa saja harga bahan kebutuhan pokok semakin liar dan kenaikan inflasi yang lebih tinggi akan terjadi. “HET ini sangat mempengaruhi meski memang tetap terjadi inflasi. Tapi kenaikan inflasi ini tidak besar seperti momen momen sebelumnya,” ujar Suhariyanto di Gedung BPS Jakarta, baru-baru ini.

Suhariyanto mengatakan, selain kebijakan HET, operasi pasar yang dilakukan pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan, juga bisa mengendalikan harga. Hal ini terjadi pada beberapa jenis komoditas seperti gula dan daging sapi. “Oh ya, ini bisa dilihat, gula pasir deflasi loh. Kalau nggak ada operasi pasar pasti naik. Harga daging sapi juga relatif stabil, meski memang pada jenis bawang putih masih agak lepas,” tutur Suhariyanto.

Ia mengatakan, untuk bawang putih memang masih menyumbang inflasi di Mei ini dikarenakan adanya proses supply and demand yang tak stabil pada awal pekan Mei. Selain itu, beberapa spekulan yang menggoyang harga, menjadi salah satu alasan mengapa bawang putih menyumbang inflasi pada Mei ini. “Bawang putih itu masalahnya ada permintaan naik ketika supply nggak cukup. Selain itu kan ada spekulan yang jahat itu, mereka mulai ditangkapin. Bagaimana mungkin harga ditentukan sama spekulan. Pemerintah langkahnya bagus kok,” ujar Suhariyanto.

Suhariyanto menjelaskan, sumbangan bahan makanan terhadap inflasi sebesar 0,86 persen. Bahan makanan seperti bawang putih menyumbang inflasi sebesar 0,08 persen. Sedangkan telur ayam sebesar 0,05 persen. Sedangkan daging ayam menyumbang inflasi sebesar 0,04 persen.

Pernyataan senada juga diungkap peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Rusli Abdullah, sepakat bahwa harga bahan pokok tahun ini lebih stabil dibanding tahun lalu. Hal ini juga disebabkan karena strategi Mendag dengan gerakan stabilisasi pangan. “Jika dibandingkan dengan tahun lalu, memang tahun ini harga kebutuhan pokok cenderung lebih kelihatan stabil, hal ini salah satunya disebabkan oleh Gerakan Stabilisasi Pangan yang digagas oleh Kemendag tersebut” imbuhnya.

Untuk memastikan stabilitas ini berlangsung tidak hanya selama Ramadan dan lebaran, Kementerian Perdagangan terus mengintensifkan koordinasi dengan Kementerian Pertanian, Bulog dan Polri, khususnya Satgas Pangan yang kini telah terbentuk hingga tingkat polres. (arya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *