PERISTIWA

PEMERINTAH DIMINTA BUAT DAFTAR IMPORTIR NAKAL

HARIANTERBIT.CO – Pengamat ekonomi pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Muhammad Firdaus mendorong pemerintah untuk lebih tegas menindak keberadaan spekulan pangan terutama di Jakarta. Untuk itu, pemerintah perlu membuat sistem, terkait data para importir.

“Sebetulnya pemerintah sudah tegas, tetapi dengan adanya kejadian penimbunan bawang putih impor di sebuah gudang di Marunda kemarin, maka pemerintah harus tegas lagi,” ujarnya, Kamis (18/5).

Muhammad Firdaus
Muhammad Firdaus

Firdaus mengatakan, mafia pangan atau tepatnya kartel atau pihak-pihak yang memanfaatkan keuntungan dari margin impor terutama komoditas bawang putih, memang benar adanya.

Oleh karena itu, pemerintah juga harus membuat sistem yang bagus terkait daftar nama-nama importir, sehingga ketika mereka bermain curang bisa langsung ditindak. “Saya kira semua pihak harus berperan untuk mengawasi spekulan nakal ini, bukan cuma Kementerian Perdagangan atau Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, masyarakat juga bisa dilibatkan,” ujarnya.

Sebelumnya, penggerebekan yang dilakukan aparat kepolisian dilakukan di kawasan Marunda, Jakarta Utara. Dalam penggerebekan tersebut, petugas menemukan penimbunan sekitar 182 ton bawang putih.

Saat ini upaya pemerintah dalam menjamin stabilitas harga, terutama menjelang Ramadan dan lebaran, semakin gencar dilakukan. Dari gudang tersebut, petugas mengamankan pemilik gudang, pemilik barang dan supir truk. Saat dilakukan pemeriksaan, pemilik gudang tidak bisa menunjukkan dokumen importasi yang lengkap.

Muhammad Firdaus menambahkan, jika memang terjadi lagi penimbunan bahan pangan di Jakarta, maka aparat harus bertindak tegas dengan menghukum pelakunya agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi.

Firdaus mengaku, telah duduk bersama dengan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita untuk mengupayakan agar selama Ramadan dan lebaran harga-harga bahan pokok tidak mengalami kenaikan. “Ini agar tidak terjadi terus menerus gejolak di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat memastikan ketersediaan pangan selama Ramadan dan lebaran untuk komoditas tertentu akan tercukupi, seiring dengan upaya antisipatif yang dilakukan BUMD pangan di DKI Jakarta selama ini yang kerap menyimpan stok untuk dua bulan ke depan.

Menurut Djarot, yang tengah menjadi pekerjaan rumah Pemprov DKI saat ini adalah menstabilkan harga bawang putih yang sempat bergejolak di masyarakat. “Kemarin harga bawang putih Rp47.000 per kilogram, nanti dengan sinergi BUMD ini kami akan pastikan harga bisa tembus ke masyarakat Rp33.000 per kilogram,” ujarnya.

Sebelumnya, Mendag Enggartiasto Lukita menegaskan, agar para spekulan mengurungkan niat untuk berbuat hal serupa. “Hari ini, pagi ini sedang digerebek penimbunan di gudang Cilincing. Digerebek karena diduga di situ terjadi penimbunan bawang putih. Jadi kita enggak main-main. Polisi sangat lengkap datang sudah mulai pemantauan,” tegasnya usai menghadiri acara Gerakan Stabilitas Pangan di Gudang Divre DKI Jakarta dan Banten, Rabu pagi (17/5).

Pengacara publik sekaligus Deputi Direktur Pembelaan HAM di ELSAM Andi Muttaqien menilai, kinerja pemerintah ini positif dan patut untuk diapresiasi. Tidak hanya mengapresiasi, ia juga mengungkapkan harapannya. “Saya sih berharap (pemerintah) bisa menangkap sampai pada pemain besarnya,” ungkapnya baru-baru ini di Jakarta. (arya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *