PERISTIWA

PEMERINTAH HARUS ANTISIPASI MANUVER MAFIA PANGAN

HARIANTERBIT.CO – Langkah pemerintah mengendalikan stok dan harga bahan kebutuhan pokok, khususnya menjelang Ramadan dan lebaran tahun ini, mulai menunjukkan hasil. Setidaknya hal itu terlihat dari stabilitas harga gula pasir, daging dan minyak goreng di pasaran, pasca dilakukan kebijakan harga eceran tertinggi (HET). Namun, bukan tidak mungkin kebijakan tersebut mengusik kelompok-kelompok tertentu yang selama ini menangguk untung dari carut-marutnya mata rantai distribusi dan ketiadaan informasi stok barang.

Hal itu diungkapkan pengamat kebijakan publik Institut Pertanian Bogor (IPB) Suwidi Tono. Menurutnya, sikap tegas pemerintah dalam mengendalikan stabilitas harga bahan kebutuhan pokok (bapok), akan berhadapan dengan kelompok mafia pangan. “Kalau pemerintah bisa tegas, harga akan stabil, dan akan tidak ada lagi itu yang namanya mafia pangan,” tutur Suwidi kepada wartawan di Jakarta, Jumat (5/5).

Suwidi juga mengingatkan, beberapa cara yang mesti ditempuh pemerintah untuk melawan mafia pangan, salah satunya memperketat pengawasan terhadap sirkulasi kebutuhan pokok yang masuk keJakarta. “Selain pengawasan, langkah selanjutnya yang harus dilakukan pemerintah adalah tegas mengambil tindakan, seperti menutup ritel modern yang ketahuan nakal, cabut izin pedagang, dan kenakan pasal berlapis. Kalau itu bisa diterapkan, mereka (mafia pangan) pasti akan jera,” kata Suwidi.

Hal senada diungkapkan pengamat ekonomi dari Instituf for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati. Menurut Enny, stabilitas pasokan serta harga bapok menjelang puasa dan lebaran ini bisa dibilang sebuah prestasi.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita bersama Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengunjungi Pasar Kosambi, Bandung, Jumat (5/5). Dalam kesempatan tersebut, Mendag menjamin tidak akan memberikan peluang bagi para spekulan untuk bermain.
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita bersama Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengunjungi Pasar Kosambi, Bandung, Jumat (5/5). Dalam kesempatan tersebut, Mendag menjamin tidak akan memberikan peluang bagi para spekulan untuk bermain.

Kendati demikian, Enny mengingatkan, agar pemerintah tidak boleh lengah dan harus belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya. “Problem kita selama ini menjelang Ramadhan adalah selalu bahwa stok cukup, tetapi mengapa di injury time selalu berfluktuasi. Artinya, harus dipastikan ada instrumen pemerintah yang benar-benar bisa mengintervensi pasar komoditas kita. Ternyata pengalaman kita selama ini, stok yang cukup itu tidak cukup,” jelasnya di tengah wawancara di Jakarta.

Lebih lanjut Enny mengungkapkan, stok pangan yang sebelumnya dinyatakan cukup namun saat injury time ternyata tak mencukupi, disebabkan dua faktor yang mempengaruhinya yakni, distribusi dan pemegang stok yang tidak diintervensi pemerintah memiliki ruang untuk melakukan spekulasi.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita bersama Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengunjungi Pasar Kosambi, Bandung, Jumat (5/5). Dalam kesempatan itu, Enggar menjamin tidak akan memberikan peluang bagi para spekulan untuk bermain. “Sudah ada kesepakatan dengan produsen bahwa Kementerian Perdagangan berwenang menggelontorkan stok jika harga merangkak naik. Jadi, spekulan tidak akan mendapatkan keuntungan,” tegasnya.

Enggar menegaskan, harga bapok saat ini sudah menunjukkan penurunan. HET pun sudah diberlakukan pada ritel-ritel modern. “Harga komoditas gula, minyak goreng, dan daging di pasar rakyat mulai memperlihatkan adanya penurunan menyusul penetapan harga eceran tertinggi yang diterapkan di ritel-ritel modern. Kami ingin benar-benar memastikan bahwa rakyat bisa memperoleh barang kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” papar Enggar. (arya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *