Kepala Bidang Sub Bidang Warisan Tak Benda Lien Dwiari (dua kiri), saat menyaksikan penandatanganan dokumen dossier ke UNESCO untuk ketiga warisan budaya tak benda yakni, kapal pinisi, pantun dan pencak silat oleh Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kemendikbud Nadjamuddin Ramly, di Gedung Insan Berprestasi Kemendikbud, Jakarta, Selasa (25/4).

KEMENDIKBUD GELAR PAMERAN DUKUNG WARISAN BUDAYA TAK BENDA INDONESIA

Posted on

HARIANTERBIT.CO – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Direktorat Jenderal Kebudayaan menggelar pameran untuk mendukung kapal pinisi, pantun dan pencak silat sebagai warisan budaya dunia UNESCO.

Kepala Bidang Sub Bidang Warisan Tak Benda Lien Dwiari mengatakan, pameran warisan tersebut dimaksudkan agar masyarakat dapat mengapresiasi warisan budaya tersebut sehingga timbul keinginan masyarakat untuk melestarikannya. “Dengan pameran ini kami berharap masyarakat dapat ikut melestarikan dan mengembangkan warisan budaya tak benda,” kata Lien Dwiari usai penandatanganan dokumen dossier warisan budaya tak benda ke UNESCO saat pamaran di Gedung Insan Berprestasi Kemendikbud, Jakarta, Selasa (25/4).

Pada acara pameran tersebut akan ada lokakarya tentang tali-temali oleh Pramuka, lokakarya pantun oleh Asosiasi Tradisi Lisan, pertunjukan pencak silat, dialog pantun di masa sekarang dan lainnya.

Kepala Bidang Sub Bidang Warisan Tak Benda Lien Dwiari (dua kiri), saat menyaksikan penandatanganan dokumen dossier ke UNESCO untuk ketiga warisan budaya tak benda yakni, kapal pinisi, pantun dan pencak silat oleh Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kemendikbud Nadjamuddin Ramly, di Gedung Insan Berprestasi Kemendikbud, Jakarta, Selasa (25/4).
Kepala Bidang Sub Bidang Warisan Tak Benda Lien Dwiari (dua kiri), saat menyaksikan penandatanganan dokumen dossier ke UNESCO untuk ketiga warisan budaya tak benda yakni, kapal pinisi, pantun dan pencak silat oleh Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kemendikbud Nadjamuddin Ramly, di Gedung Insan Berprestasi Kemendikbud, Jakarta, Selasa (25/4).

Sementara itu, Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kemendikbud Nadjamuddin Ramly mengatakan, Kemendikbud telah mengirimkan dokumen dossier ke UNESCO untuk ketiga warisan budaya tak benda tersebut. Pinisi akan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada Desember 2017 setelah melalui sidang UNESCO, sementara itu pantun akan dibahas dalam sidang UNESCO 2018, dan pencak silat akan dibahas pada 2019.

“Dari ketiga warisan budaya tersebut, pantun menjadi satu-satunya warisan budaya tak benda yang diajukan oleh pemerintah Indonesia bersama dengan pemerintah Malaysia sebagai Multinational Nomination pada 2017. Untuk pencak silat tidak diajukan sebagai warisan multinasional walaupun negara tetangga seperti Malaysia, Brunei Darussalam juga Thailand Selatan memiliki silat karena silat Indonesia memiliki filosfi yang berbeda,” ungkap Nadjamuddin.

Nadjamuddin menambahkan, pencak silat yang diajukan adalah silat Indonesia yang ada di beberapa daerah seperti Banten, Jawa Barat, Riau dan daerah lainnya yang memiliki filosofi berbeda dengan negara lainnya, namun ke depan Indonesia juga akan mengajak negara lain untuk mengajukan jalur rempah sebagai warisan multinasional UNESCO.

“Hingga 2016 ada tujuh warisan budaya tak benda Indonesia yang sudah masuk daftar UNESCO antara lain wayang, keris, batik, angklung, tari saman, noken dan tiga jenis tarian Bali,” pungkas Nadjamuddin.

Leave a Reply

Your email address will not be published.