PERISTIWA

KENAPA SOPIR ITU KABUR SAAT TERJARING RAZIA POLANTAS

HARIANTERBIT.CO – Karena tak memiliki SIM (surat izin mengemudi) Diki,36, ketakutan diberhentikan polisi yang saat itu melakukan razia. Kendaraan sedan jenis Honda City yang dikemudikan kabur tancap gas. Di sinilah awal terjadinya penembakan, karena polisi mencurigai, yang berada dalam kendaraan adalah penjahat.

Duka mendalam dirasakan keluarga Novianti. Ketika dijenguk Kapolda Sumatera Selatan Irjen Agung Budi Maryoto, Rabu (19/4), Novianti meminta agar anggota yang menembak keluarga dihukum setimpal. “Dia sudah menghilangkan nyawa saudara saya, dan membuat cacat,” ujarnya sambil menyeka air mata.

Kapolda Sumsel Irjen Agung Budi Maryoto menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban. “Saya selaku pimpinan menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga dan kami berduka cita,” ucap Agung, lirih.

Kepolisian setempat memastikan akan memproses kejadian tersebut. “Kalau keduanya terbukti bersalah pasti kita tindak, kini anggota tersebut Brigadir K diperiksa Propam,” ungkap Kapolres Lubuklinggau AKBP Hajat Mabrur Bujangga, Rabu (19/4).

Siang itu di Ralan Raya Lubuk Linggau Sumsel, saat dikejar polisi, Novianti sudah meminta sopir untuk menghentikan mobil, tapi karena tak memilik SIM dan pajak mobil mati, sopir ketakutan dan terus kabur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *