PERISTIWA

MEDIAN: ANIES-SANDI PEROLEH 57,49 PERSEN SUARA

HARIANTERBIT.CO – Media Survei Nasional (Median) yang diketuai Rico Marbun MSc menyelenggarakan quick count (perhitungan cepat) di 320 TPS Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran kedua dari 13.034 TPS yang tersebar merata di enam wilayah administrasi DKI Jakarta, dengan total 7.218.280 pemilih sesuai data Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI.

“Dengan jumlah 320 TPS yang dijadikan sampel dalam hitungan cepat kali ini, akan menghasilkan angka elektabilitas dengan tingkat kepercayaan (confidence level) sebesar 99 persen, dan tingkat kesalahan (margin of error) kurang lebih dua persen,” kata Rico, saat jumpa pers di Hotel Amaris Pancoran, Jakarta Pusat, Rabu (19/4).

Ketua Media Survei Nasional (Median) Rico Marbun MSc, saat mempresentasikan dan mengumumkan perhitungan cepat sementara yang diselenggarakan lembaganya, Rabu (19/4), di Hotel Amaris Pancoran, Jakarta Selatan.
Ketua Media Survei Nasional (Median) Rico Marbun MSc, saat mempresentasikan dan mengumumkan perhitungan cepat sementara yang diselenggarakan lembaganya, Rabu (19/4), di Hotel Amaris Pancoran, Jakarta Selatan.

Sementara sampai pukul 15.30 WIB, data masuk 81,62 persen dari TPS, dalam quick count kali ini Median menemukan tingkat elektabilitas sebagai berikut: Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat 42,52 persen, dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno 57,49 persen.

Sedangkan elektabilitas per kotamadya, Jakarta Barat: Ahok-Djarot 50,76 persen, Anies-Sandi 49,24 persen; Jakarta Pusat: Ahok-Djarot 44,54 persen, Anies Sandi 55,46 persen; Jakarta Selatan: Ahok-Djarot 40,07 persen, Anies-Sandi 59,93 persen; Jakarta Utara: Ahok-Djarot 40,68 persen, Anies-Sandi 59,32 persen, Jakarta Timur: Ahok-Djarot 38,08 persen, Anies-Sandi 61,92 persen; dan Kepulauan Seribu: Ahok-Djarot 54,13 persen, Anies-Sandi 45,87 persen.

“Walaupun belum 100 persen data masuk, namun tren elektabilitas suara sudah stabil dengan tingkat MoE dua persen, beda elektabilitas di atas dua persen maka bisa dinyatakan Anies-Sandi akan menjadi gubernur baru DKI Jakarta 2017-2022. Untuk hasil resmi kita akan menunggu rekapitulasi KPUD,” ujarnya. (*/dade/rel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *