DAERAH

GP ANSOR PERTANYAKAN PENOLAKAN BANNER DI POSKO PILKADA

HARIANTERBIT.CO – Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Jakarta Selatan Sulton Mu’minah mengatakan, GP Ansor Jakarta Selatan mempertanyakan penolakan kehadiran banner di Posko Pilkada Damai yang tersebar di beberapa titik di k2 Kelurahan se Jakarta Selatan. Padahal, merasa poin-poin di dalam isi banner tersebut adalah normatif dan netral.

“Ini merupakan bentuk intimidasi dan jika tidak bisa lagi dimusyawarahkan, maka kami akan laporkan bentuk intimidasi itu kepada pihak kepolisian,” tegas Sulton, Senin (10/4).

Untuk diketahui, berikut poin isi banner dalam tulisan Posko Ansor dan Banser Peduli Pilkada Damai adalah sebagai berikut, pertama, menerima pengaduan apabila ada intimidasi/paksaan dalam memilih cagub. Kedua, kami siap mengurus jenazah yang ditolak, dan ketiga, siap menjaga kerukunan dan kedamaian dalam Pilkada 2017.

Di 22 Kelurahan se-Jaksel, pihaknya juga menyasar di titik tertentu yang dianggap rawan gesekan yakni Kecamatan Mampang, Pancoran dan Cilandak. Namun, Sulton menyayangkan pemasangan spanduk tersebut mendapatkan penolakan dari pengurus RT dan RW, padahal pihaknya melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian.

“Bentuk intimidasi semakin nyata, kami pertanyakan penolakan banner Posko Pilkada Damai ini,” ucap Sulton.

Sementara itu, Pengurus Wilayah GP Ansor DKI Jakarta Abdul Aziz mengatakan, setidaknya sudah ada 47 posko yang tersebar di wilayah-wilayah, lokasi rentan terjadinya gesekan. Penentuan adanya posko ini sendiri telah melalui proses pengintaian terlebih dahulu.

“Ansor sudah memasang posko 47 titik kelurahan yang menurut kami rawan kekerasan dan radikalisme agama. Hasil pantauan kami Banser yang tidak berseragam, itu ada 47 titik kelurahan di Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Utara,” kata Abdul, di Kantor DPP GP Ansor, Senen, Jakarta Pusat.

Abdul mengungkapkan, posko yang dibangun oleh pihaknya tersebar di wilayah Ibu Kota di antaranya, 21 posko berada di kawasan Jakarta Selatan, 16 posko di Jakarta Timur dan 10 posko di Jakarta Selatan. Berharap dengan adanya posko tersebut menjadikan pesta demokrasi dapat berjalan dengan damai.

“Posko kami siap Pilkada damai tanpa intimidasi. Jadi Ansor sangat menolak kepada cagub yang isinya itu didukung Islam radikal dan Islam garis keras,” ujar Abdul. (*/dade/rel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *