PERISTIWA

MTI PERINGATI HUT KE-43 DAN ULTAH NABI LAOTZE DI ANCOL

HARIANTERBIT.CO – Hari jadi Majelis Tao Indonesia (MTI) yang ke-43 dan sekaligus ulang tahun Nabi Laotze (Thay Sang Lao Chin) berlangsung dalam suasana penuh kearkaban, damai dan persaudaraan, dan ini adalah suatu tanda bahwa budaya Tionghoa tetap akan berdiri tegak jaya.

“Kami yakin dan percaya, tidak hanya simpatik, tetapi karena cinta kepada budaya Tionghoa sehingga di tahun-tahun mendatang kita semuanya dijauhkan dari berbagai bencana dan musibah serta dilimpahkan keberkahan dan keselamatan hingga kita semuanya dapat hidup damai dan tentram,” kata Ketua Umum Dewan Pengurus Besar (DPB) MTI, KRT AJM Andi Hakim SH, saat memperingati hari jadi MTI ke-43 di Restoran Nelayan, Ancol Jakarta Utara, Minggu (12/3) malam.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, lanjut Andi Hakim, jangan bosan untuk berbuat baik yaitu saat kita menanam padi, rumput pun ikut tumbuh, tapi saat kita menanam rumput, tidak pernah tumbuh padi, dalam melakukan kebaikan, kadang tanpa diketahui hal yang buruk turut menyertai, dan manusia menjadi sempurna, justru karena memiliki kekurangan di samping kelebihan.

Ketua DPB MTI Drs Suryanandar JP, SH, Sekretaris DPB MTI Usman PO, Ketua Umum DPB MTI KRT AJM Andi Hakim SH, Sekjen DPB MTI Ir Nico Ongaran, Ketua Dewan Taosu Agung MTI DR (HC) Taosu Agung Kusumo, dan beserta kepanitiaan HUT MTI Ke-43 dan Ultah Nabi Lao Tze (Thai Sang Lao Cin), foto bersama di Restoran Nelayan, Ancol Jakarta Utara, Minggu (12/3) malam.
Ketua DPB MTI Drs Suryanandar JP, SH, Sekretaris DPB MTI Usman PO, Ketua Umum DPB MTI KRT AJM Andi Hakim SH, Sekjen DPB MTI Ir Nico Ongaran, Ketua Dewan Taosu Agung MTI DR (HC) Taosu Agung Kusumo, dan beserta kepanitiaan HUT MTI Ke-43 dan Ultah Nabi Lao Tze (Thai Sang Lao Cin), foto bersama di Restoran Nelayan, Ancol Jakarta Utara, Minggu (12/3) malam.

“Sebagai akhir ini, mengajak untuk lebih khusyuk memperingati HUT MTI Ke-43 dan ulang tahun Nabi Laotze (Thay Sang Lao Chin) ini, dengan tetap memperkokoh dan mempererat kebersamaan demi persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai kebinekaan dan NKRI sesuai dengan tema acara malam ini, “Mari kita jadikan titik tolak sebagai bulan kesucian, bulan yang penuh keberkahan dan keberkatan bagi kita semua serta saling menghargai sebagai WNI yang baik termasuk sehat jasmani maupun rohani”,” ucap Andi Hakim.

“Dan kita songsong tahun ini, dengan meningkatkan ketakwaan kita kepada Tuhan Yang Mahakuasa, sekaligus meningkatkan peran dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara menuju tercapainya kesejahteraan lahir batin, negara semakin bertambah adil dan semakin bertambah demokratis,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Grup Rajawali Sakti, Agus mengatakan, bagi saya terutama kegiatan ini merupakan kemajuan dalam berbudaya perkembangan bangsa kita. Jadi kita pikir masyarakat Indonesia khususnya, semakin waktu semakin bertambah dalam hal bidang pengetahuan kebudayaan dan juga toleransi serta sosial budaya semakin berkembang lagi.

“Karena semakin waktu kita bisa beragam dan melihat etik budaya yang ada di Nusantara ini, harapan saya untuk ke depannya bisa contoh yang keteladanan buat bangsa-bangsa di dunia. Di Indonesia begitu banyak budaya, bahasa serta belum lagi pulau-pulau dan apabila pemerintah kita bisa menata lebih baik lagi, saya yakin bangsa lebih maju dan lebih besar bukan di perekonomian saja,” katanya.

Lebih lanjut, aliran Tao bukan merupakan agama yang baru kedatangannya sudah jauh dari kebersamaan agama-agama di Indonesia dibawa dari perantau-perantau Tionghoa ke Indonesia. Kita bisa melihat kasat mata, Tao ada di kebudayaan dalam makanan, misalkan orang Tionghoa membawa makanan ke Indonesia selalu beradaptasi lagi sesuai makanan yang ada Indonesia. (*/dade/rel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *