TNI

TNI DAN NAPI BERSIH-BERSIH RUTAN

HARIANTERBIT.CO – Tak selamanya hal-hal yang berkaitan dengan narapidana, selalu identik dengan dunia kejahatan. Setidaknya hal itu bisa dilihat dari kegiatan yang dilakukan para napi Rutan Cilodong, Depok, Jawa Barat, Jumat (10/3) pagi. Para napi rutan tersebut, berbaur dengan aparat TNI dan petugas Dinas Kebersihan Kota Depok, untuk melakukan aktivitas bersih-bersih di dalam areal rutan.

Kegiatan bersih-bersih yang dilakukan para napi dan puluhan aparat TNI serta Pasukan Oranye itu, menghilangkan kesan ‘angker’ yang kerap dikonotasikan kepada para penghuni rutan. Rupanya, melalui kegiatan ini, para napi pun sama dengan masyarakat pada umumnya, menginginkan kebersihan dan kenyamanan di tempat tinggalnya.

“Kegiatan ini kami lakukan, salah satunya agar para warga binaan kami ini bisa bersosialisasi dengan orang-orang yang berada di luar rutan. Walau bagaimanapun, warga binaan ini kan manusia yang butuh bersosialisasi. Selain itu, dengan lingkungan bersih diharapkan dapat membuat para warga binaan ini merasa nyaman,” ujar Karutan Cilodong Sohibur Rachman, Jumat (10/3).

Para napi dan puluhan aparat TNI serta Pasukan Oranye melakukan bersih-bersih di Rutan Kelas IIB Cilodong, Jumat (10/3).
Para napi dan puluhan aparat TNI serta Pasukan Oranye melakukan bersih-bersih di Rutan Kelas IIB Cilodong, Jumat (10/3).

Sohibur menambahkan, kedatangan para aparat TNI ini diharapkan juga bisa menjadi penyemangat para warga binaan Rutan Cilodong dalam menjalani kehidupan, meskipun berada di luar tempat tinggal.

“Dengan seperti ini kan setidaknya bisa terjadi interaksi, bertukar pengalaman dan ilmu. Tentara kan punya berbagai keahlian, para warga binaan bisa belajar,” lanjut Rachman.

Sementara itu, bagi TNI sendiri, mengikuti kegiatan ini dapat menjadi sebuah pengalaman yang dapat dijadikan pembelajaran dalam melaksanakan tugas-tugasnya di bidang kemasyarakatan. Apalagi, para anggota TNI yang terlibat dalam aksi bersih-bersih ini merupakan para siswa dari satuan tempur yang ke depannya akan ditugaskan di kodim-kodim sebagai bintara pembina desa atau babinsa.

“Setelah tiga bulan dalam pendidikan, mereka lulus nanti sebagai babinsa. Babinsa ini harus bisa berkomunikasi dengan masyarakat. Melalui kegiatan di rutan ini materi pendidikan komunikasi sosial yang telah dipelajari oleh para siswa, dapat diterapkan disini,” papar Mayor Infanteri Ahmad Taufiq, pendidik anggota TNI Rindam Jaya.

Rutan Kelas IIB Cilodong memiliki luas 4,6 hektare, dan dihuni hampir 1.000 warga binaan. Dengan luas lahan serta banyaknya warga binaan tersebut, hanya dijaga oleh 18 petugas keamanan yang dibagi dalam empat shift. Dengan keterbatasan petugas tersebut, pihak Rutan Cilodong telah melakukan berbagai inovasi kegiatan yang bertujuan agar situasi di dalam rutan bisa kondusif. (arya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *