DAERAH

SISTEM PELAYANAN DISDUKCAPIL MASIH MENGECEWAKAN

HARIANTERBIT.CO – Sejumlah warga Kota Bandung, merasa kecewa terhadap sistem pelayanan terutama saat pendaftaran pemohon pembuatan akta kelahiran di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung.

Hal tersebut dikatakan, mengingat sistem pelayanan dengan teknologi berbasis internet atau online bahkan secara efisien dapat melalui pesan SMS.

Namun berbagai inovasi itu tidak semudah yang dibayangkan. Alih-alih berharap pengurusan yang mudah dan cepat, nyatanya malah sulit dan waktu lama.

Layanan pendaftaran Disdukcapil melalui SMS.
Layanan pendaftaran Disdukcapil melalui SMS.

Seperti yang dialami Eyos (38) salah seorang warga Kota Bandung, dalam penuturannya kepada HARIANTERBIT.co, di Bandung, Jumat (10/3), dirinya merasa sangat kecewa pada sistem pelayanan di Disdukcapil Kota Bandung, pasalnya beberapa waktu lalu ia ke Kantor Disdukcapil Kota Bandung guna pengurusan pembuatan akta kelahiran, karena ada sedikit kendala teknis atau ponselnya mengalami sedikit kerusakan pada saat itu, ia melakukan pendaftaran melalui SMS.

Namun, kata dia, data dalam SMS tersebut masih tersimpan, kemudian ia pindahkan ke ponsel pengganti dan disampaikan kepada pihak loket pendaftaran tetapi menurut pihak Disdukcapil harus SMS murni bukan hasil screenshot. “Ya intinya tidak bisa dilayani dengan alasan apa pun,” ucap Eyos.

“Saya benar-benar merasa dirugikan, padahal hanya teknis saja karena nomor dan data tetap sama,” keluhnya.

Atas permasalah itu, Eyos berharap kepada pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, untuk segera membenahi pelayanan yang ada di kantor Disdukcapil. Kendati sistem pelayanan di Disdukcapil Kota Bandung berbasis teknologi merupakan suatu inovasi, tetapi hendaknya tidak menghilangkan sistem pendaftaran secara manual.

Menurut Eyos, hendaknya teknologi itu dijadikan sebagai perangkat untuk mempermudah dalam arti sebagai pendukung tanpa menghilangkan sistem manual yang sudah ada sebelumnya. Akibatnya banyak masyarakat atau warga Bandung, yang urung melakukan permohonan kependudukan, karena ketidaktahuan informasi dan sistem yang ada di Disdukcapil.

Padahal, kata dia, setumpuk permasalahan masih melekat di lingkungan Disdukcapil, mulai dari antrean yang masih ‘acak-acakan’ sampai dengan sistem pendaftaran melalui SMS ‘jalur cepat’ asalkan ada perantara dengan oknum petugas operator Disdukcapil, belum lagi masalah akurasi atau keabsahan data ‘saksi’ saat pembuatan akta kelahiran yang kerap disebut saksi bodong. (ronny)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *