PERISTIWA

BNN MUSNAHKAN 40,5 KG SABU DAN 44 RIBU BUTIR EKSTASI DARI EMPAT PENGUNGKAPAN KASUS

HARIANTERBIT.CO – Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan pemusnahan barang bukti yang kedua kalinya dalam tahun ini berupa sabu dan ekstasi. Barang bukti yang dimusnahkan adalah sabu seberat 40.573,5 gram dan ekstasi sebanyak 44.387 butir, di halaman parkir Gedung BNN Cawang, Jakarta Timur, Kamis (9/3).

“Barang bukti yang dimusnahkan kali ini berasal dari empat kasus yang berbeda,” kata Kepala BNN Komjen Budi Waseso saat jumpa pers.

Lebih lanjut Budi Waseso menjelaskan, kasus pertama; pengungkapan ekstasi dari Jerman pada awalnya, petugas Bea dan Cukai Pasar Baru mendapatkan barang tegahan berupa dua paket berisi kotak makanan dari Jerman yang di dalamnya terdapat ekstasi sebanyak 49.447 butir, pada 19 Agustus 2016. “Petugas BNN dan Bea Cukai melakukan controlled delivery tapi tidak membuahkan hasil sehingga barang ini dinyatakan sebagai lost and found,” ujarnya.

Kasus kedua yaitu, kasus sabu melibatkan nakhoda kapal. Tim BNN melakukan penangkapan terhadap MA yang merupakan nakhoda kapal di perairan Pulau Pramuka Kepulauan Seribu pada Kamis (2/2). “Dari tangan tersangka, petugas menyita sabu seberat 13.592,5 gram. Dari keterangan Arsyad, sabu tersebut akan diserahkan ke SBK. Selanjutnya, dilakukan penangkapan terhadap SBK di kawasan Muara Angke Jakarta Utara. Setelah ditangkap, SBK berusaha melarikan diri dan melawan petugas sehingga dihadiahi timah panas hingga akhirnya tewas saat perjalanan menuju rumah sakit,” papar Buwas, sapaan karib Budi Waseso.

Kepala BNN Komjen Budi Waseso memimpin jalannya pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu 40.573,5 gram dan ekstasi sebanyak 44.387 butir, di halaman parkir Gedung BNN Cawang, Jakarta Timur, Kamis (9/3), yang disaksikan oleh awak media cetak dan elektronik.
Kepala BNN Komjen Budi Waseso memimpin jalannya pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu 40.573,5 gram dan ekstasi sebanyak 44.387 butir, di halaman parkir Gedung BNN Cawang, Jakarta Timur, Kamis (9/3), yang disaksikan oleh awak media cetak dan elektronik.

Sementara kasus ketiga yakni, peredaran sabu 20 kg dari Malaysia dikendalikan dari rumah tahan (rutan). BNN pusat bersama dengan BNN Provinsi Kalimantan Barat dan Kanwil Direktorat Bea Cukai Bagian Kalimantan Barat mengamankan enam orang tersangka bersama barang bukti 20.100 gram sabu yang berasal dari negeri jiran Malaysia, Sabtu (4/2).

“Petugas mengamankan BW alias Planet dan HEN yang membawa sabu dalam mobilnya seberat 20,1 kg. Selanjutnya, petugas mengamankan GV dan NOT sebagai pihak yang akan menerima barang,” jelas Buwas.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, lanjutnya, pada empat orang tersangka yang telah diamankan, didapatkan keterangan bahwa mereka dikendalikan oleh dua orang yaitu DD dan SAP. Keduanya diketahui merupakan penghuni Rutan Kelas IIA Pontianak, Kalbar.

Sementara kasus keempat, 6 kg sabu di rumah kos. Kasus ini diungkap BNNK Jakarta Timur dengan melakukan penangkapan terhadap seorang pria berinisial HWY di sebuah rumah kos di daerah Utan Kayu Selatan, Jakarta Timur, Jumat (24/2). “Di TKP, petugas menyita sabu seberat 6.943,23 gram,” ujar Komjen Budi Waseso.

“Total keseluruhan barang bukti yang disita dari empat kasus tersebut adalah sabu seberat 40.635,73 gram. Setelah disisihkan untuk keperluan lab seberat 62,23 gram, maka sabu yang dimusnahkan seberat 40.573,5 gram,” urai Buwas.

Selain itu, Buwas menambahkan barang bukti lainnya yang disita adalah ekstasi sebanyak 49.447 butir. Setelah disisihkan untuk keperluan lab sebanyak 10 butir, iptek sebanyak 50 butir dan diklat sebanyak 5.000 butir, maka ekstasi yang dimusnahkan adalah 44.387 butir. (*/dade/rel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *