DAERAH

PENYEGARAN KEPSEK DI LINGKUNGAN KEMENAG KOTA CIREBON

HARIANTERBIT.CO – Dibilang mendadak rasanya tidak, sebab penyegaran kepala sekolah merupakan hal biasa atau lumrah sebagai bentuk penyegaran lembaga. Tentu pergantian ini demi pelaksanaan tugas di satuan pendidikan yang lebih cepat dan profesional sebagaimana visi pendidikan di Kementerian Agama (Kemenag), rotasi dan promosi jabatan kepala sekolah (kepsek) pun dilakukan.

Selasa (7/3), dua kepala sekolah, Madrasah Aliyah Negeri 2 dan Mandrasah Aliyah 3 pun dilakukan perombakan atau penyegaran. Kini kedua kepala sekolah diganti dengan kepala sekolah baru dari Kabupaten Cirebon.

Salah seorang pejabat Kemenag di Cirebon memberi sambutan saat acara pelantikan dua kepala sekolah di lingkungan Kemenag Kota Cirebon bertempat Auditorium Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon, Selasa (7/3).
Salah seorang pejabat Kemenag di Cirebon memberi sambutan saat acara pelantikan dua kepala sekolah di lingkungan Kemenag Kota Cirebon bertempat Auditorium Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon, Selasa (7/3).

Bertempat di Ruang Auditorium Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon, pelantikan dua kepala sekolah pun dilakukan. Isro Maturullah, yang semula kepala sekolah MAN 2 digantikan kepala sekolah baru bernama Drs H Kumadi yang sebelumnya bertugas sebagai guru madya dengan tugas tambahan sebagai kepala sekolah MAN Cirebon di Kabupaten Cirebon dengan jabatan baru kepala sekolah MAN 2 Kota Cirebon.

Sedangkan kepala sekolah MAN 3 Kota Cirebon, yang semula dijabat Drs Muhdi, kini digantikan oleh Muhaemin SAg, yang sebelumnya merupakan kepala sekolah MAN Ciwaringin, Kabupaten Cirebon.

Sementara itu, saat sambutan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon Drs H Imron Rosadi MAg mengatakan, jika untuk posisi mutasi dan rotasi bagi Isro tengah menunggu SK, karena ada perbaikan kesalahan data tentang rotasi. “Mungkin hanya beberapa hari, kita sedang menunggu SK dari kanwil,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon lebih menekankan kepada profesionalisme pegawai. Sekolah dilarang mengangkat honorer baru lantaran rasio kepegawaian akan dibebankan kepada kantor ini. “Jadi jangan coba-coba mengangkat honorer, karena semua harus sesuai rasio anggaran dan untuk lebih memantapkan yang ada agar lebih profesional,” ucapnya. (nurudin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *