Direktur LPTITTS Krisnani Setyowati, Direktur ISAQ Education Center Bima Himawan Ramantik (kanan), Ketua Yayasan Tunas Sejati Nuzulia Hasanah dan Ketua Yayasan Riyadhatul Ihsan Rina Sahelangi, foto bersama di sela-sela acara pagelaran seni di Hotel Menara Peninsula, Jl Letjen S Parman, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (4/3) malam.

YAYASAN TUNAS SEJATI SELENGGARAKAN PAGELARAN SENI KE-11

Posted on

HARIANTERBIT.CO – Yayasan Tunas Sejati yang menaungi Lembaga Pendidikan Tinggi Ilmu Tauhid Tunas Sejati (LPTITTS) menyelenggarakan pagelaran seni yang ke-11 dengan tema, “Hiasi Dirimu dengan Pakaian Takwa untuk Memelihara Rahmat dan Hidayah Allah”, bertempat di Hotel Menara Peninsula, Jl Letjen S Parman, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (4/3) malam.

Pagelaran seni ini didukung oleh seorang pemain violis handal Indonesia Hendri Lamiri dan pianis handal Indonesia Alex Luhulima, gitaris handal Ega Liong ‘Dewa Gitar’ serta penyanyi Kiki Ameera, Saskia Tasnim Utami, Tomi Tri Andianto, Suhasbi, Paduan Suara dan Penari ISAQ Talent.

“Pada rangkaian pagelaran seni yang ke-11 mengikutsertakan 12 penyelenggara acara yakni, lima penyelenggara acara payung hukum Yayasan Riyadhatul Ihsan, lima penyelenggara acara payung hukum Yayasan Tunas Sejati, dan dua penyelenggara acara Institut Kajian Ilmu Al-Quran An-Najm,” kata Direktur LPTITTS Krisnani Setyowati.

Direktur LPTITTS Krisnani Setyowati, Direktur ISAQ Education Center Bima Himawan Ramantik (kanan), Ketua Yayasan Tunas Sejati Nuzulia Hasanah dan Ketua Yayasan Riyadhatul Ihsan Rina Sahelangi, foto bersama di sela-sela acara pagelaran seni di Hotel Menara Peninsula, Jl Letjen S Parman, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (4/3) malam.
Direktur LPTITTS Krisnani Setyowati, Direktur ISAQ Education Center Bima Himawan Ramantik (kanan), Ketua Yayasan Tunas Sejati Nuzulia Hasanah dan Ketua Yayasan Riyadhatul Ihsan Rina Sahelangi, foto bersama di sela-sela acara pagelaran seni di Hotel Menara Peninsula, Jl Letjen S Parman, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (4/3) malam.

Tampilan seni ini secara substansi diulas oleh para narator yaitu, DR Rer Nat Ir Hj Krisnani Setyowati (direktur LPTITTS), Ir Hj Sandra Rina Sahelangi MBA (ketua Yayasan Riyadhatul Ihsan), Bima Himawan Ramantika ST, MM (direktur ISAQ Education Center), Hj Nuzulia Hasanah (ketua Yayasan Tunas Sejati), dan Hj Yuni Budiastuti SE MBA (pemred Buletin Holistik Kehidupan), Drs Djoko Susilo MA (anggota Dewan Pengawas Yayasan Riyadhatul Ihsan), Sriyani dan Zuhartina (Buletin Holistik Kehidupan).

“Pagelaran seni ini disuguhkan untuk berbagai komponen bangsa, pelajar, mahasiswa dan masyarakat lintas lembaga, agama dan profesi. Acara ini digelar sebagai wujud kontribusi kami dalam mengajak semua komponen bangsa agar dapat merenungi ajakan untuk menghiasi diri kita dengan ‘pakaian takwa’ untuk memelihara rahmat dan hidayah Allah,” ujar Krisnani.

“Pada pegelaran seni kali ini disuguhkan 50 persen atas permintaan audiens sebagai apresiasi kami karena selama ini telah setia mengikuti rangkaian acara yang kami selenggarakan,” lanjut Krisnani.

Pilihan berdasarkan tampilan 10 acara yang sudah digelar berbagai karya Ibu Susilawati Susmono selaku guru besar Institut Kailan Ilmu Al-Quran An-Najm, LPTITTS dan ISAQ Education Center, ditampilkan antara lain, lagu Hymne Tunas Selati, Pancasila Sakti, Dunia Fana, Carilah Allah, Selalu, Sesal, Cinta Sejati, Syukur, Hatiku Berbunga, Puisi Nasihat kepada Diriku, Kekasih Allah, Puisi Oh Para Jiwa-Jiwa yang Sunyi serta Zikir Merindu. Selain itu juga ditampilkan lagu daerah Aik Laot (Bangka) dan Alo Galing (Kalimantan Barat).

Untuk tampilan Zikir Merindu (lafaz Allah), diiringi tarian sufi membentuk formasi kata Allah yang dibawakan oleh 13 penari sufi. Selama tampilan seni, Alex Luhulima, Hendri Lamiri, Ega Liong, Tomi Tri Andianto dan Sukardono Utomo, secara bergantian atau berkolaborasi, mengiringi tampilan secara live.

Pesan-pesan yang diangkat dalam pagelaran seni ini adalah, ‘Manusia pada umumnya melupakan ikrar tauhid di kala dirinya sudah banyak menoleh kiri dan kanan. Ikrar tauhid itu lama-lama tertutup dan sulit untuk membukanya kembali.

“Dengan lalainya manusia maka ikrar tauhidnya yang telah mengenal Tuhan Yang Maha Esa menjadi terkubur. Rohani yang sudah terkubur dan terbelenggu nafsu duniawi tidak akan lagi memberi kesaksian terhadap Tuhannya,” ungkap Krisnani.

Di saat manusia lupa mengenal dirinya, dia akan lupa mengenal Tuhannya. Rekaman sumpah ada di dalam diri setiap manusia di bawah memori bawah sadarnya. Dengan membuka kembali rekaman alam bawah sadar itu, manusia dapat mengenal diri dan mengenal Tuhannya kembali agar mendapatkan hidayah, di mana ia akan diberikan hiasan pakaian takwa oleh-Nya. Dengan pakaian takwa yang selalu dikenakan, maka rahmat dan hidayah Allah akan terus mengalir. (*/dade/rel)

Leave a Reply

Your email address will not be published.