PERISTIWA

INDONESIA-KANADA KERJA SAMA MITIGASI KEBAKARAN HUTAN

HARIANTERBIT.CO – Dampak kebakaran hutan dan lahan yang setiap tahun terjadi di Indonesia tidak hanya menimbulkan kerugian materil bagi negara, tapi juga menimbulkan bencana kabut asap dan penyakit insfeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Andi Eka Sakya mengatakan, kejadian (kebakaran-red) ini tentunya menjadi perhatian serius di tingkat nasional dan internasional, dikarenakan dampak kabut asap yang ditimbulkan.

“Hal ini tidak hanya dirasakan di Indonesia, namun menjalar hingga ke negara tetangga,” kata Andi Eka Sakya, saat acara ‘Workshop on Indonesian Fire Management Decision-Making: Using Fire Risk Systems and Fire Danger Rating System Tools bekerjasama dengan negara Kanada, di Kantor BMKG Jl Angkasa I, Kemayoran Jakarta Pusat, Senin (20/2).

Kepala BMKG Andi Eka Sakya (tiga kanan), bersama Duta Besar Kanada HE Peter MacArthur (dua kanan), saat acara 'Workshop on Indonesian Fire Management Decision-Making: Using Fire Risk Systems and Fire Danger Rating System Tools' di Kantor BMKG Jl Angkasa I, Kemayoran Jakarta Pusat, Senin (20/2).
Kepala BMKG Andi Eka Sakya (tiga kanan), bersama Duta Besar Kanada HE Peter MacArthur (dua kanan), saat acara ‘Workshop on Indonesian Fire Management Decision-Making: Using Fire Risk Systems and Fire Danger Rating System Tools’ di Kantor BMKG Jl Angkasa I, Kemayoran Jakarta Pusat, Senin (20/2).

Dalam workshop ini, Indonesia juga menjalin kerja sama dengan Kanada dalam mitigasi kebakaran hutan untuk mengembangkan perangkat Fire Danger Rating System (FDRS). Indonesia sebelumnya sudah sangat kuat bekerja sama dengan Kanada di sektor kehutanan. Seperti diketahui, Indonesia dan Kanada sama-sama memiliki hutan yang luas sehingga sama-sama punya potensi kebakaran hutan yang tinggi.

“Dalam menangani kebakaran hutan, dibutuhkan kerja sama lintas kementerian dan lembaga, kebakaran hutan akan dapat diminimalisir jika terjalin kolaborasi antara hulu dan hilir. Jadi, hulu sama hilir harus saling bersinergi. Di hulu, misalnya, dengan menggunakan sistem peringatan dini, dapat mengindikasikan wilayah-wilayah mana saja yang mudah terbakar,” ujarnya.

“Dengan terjalinnya kerja sama pengembangan perangkat FDRS ini, dapat dijadikan referensi dalam kebijakan penanggualangan kebakaran hutan dan lahan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pemerintah daerah setempat, serta masyarakat,” tambah Andi.

Dalam rangkaian workshop ini, dua perusahaan Kanada akan memberikan pelatihan berdasarkan keahliannya masing-masing. Dua perusahaan tersebut yaitu TREK Wildland Service dan Forest Technology Systems (FTS). (*/dade/rel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *