POLRI

DUTA PELAJAR ‘HALO POLISI’ DAN ‘PANIC BUTTON’

HARIANTERBIT.CO – Guna mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan atau kriminal, terutama di wilayah hukumnya, Polresta Depok, Jawa Barat baru-baru ini membuat aplikasi ‘Halo Polisi’ dan ‘Panic Button’. Agar kedua program tersebut berjalan efektif, kini pihak kepolisian pun terus melakukan sosialisasi, salah satunya di kalangan pelajar.

Senin (21/2) pagi, aparat Polsek Limo, Depok, meresmikan duta pelajar dalam rangka menyosialisasikan ‘Halo Polisi’ dan ‘Panic Button’ Polresta Depok di kalangan siswa SMAN 9, Cinere, Depok, Jawa Barat. Duta tersebut diharapkan dapat menjadi perpanjangan informasi pihak kepolisian dalam melakukan sosialisasi terhadap program ‘Halo Polisi’ dan ‘Panic Button’.

Sosialisasikan 'Halo Polisi' dan 'Panic Button' Polresta Depok di kalangan siswa SMAN 9, Cinere, Depok, Jawa Barat, Senin (20/2).
Sosialisasikan ‘Halo Polisi’ dan ‘Panic Button’ Polresta Depok di kalangan siswa SMAN 9, Cinere, Depok, Jawa Barat, Senin (20/2).

Kapolsek Limo Kompol Imran Gultom selaku pihak yang mewakili jajaran Polresta Depok dalam pembentukan duta pelajar bagi ‘Halo Polisi’ dan ‘Panic Button’ di SMAN 9 mengatakan, ke depannya para duta pelajar tersebut akan menyampaikan kepada para pelajar lainnya tentang penyampaian informasi kepada pihak kepolisian, terkait aksi kejahatan melalui jaringan ‘Halo Polisi’ dan juga ‘Panic Button’.

“Pengangkatan duta pelajar para anggota terdiri dari Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMAN 9. Tugas mereka nanti melakukan sosialisasi ‘Halo Polisi’ dan ‘Panic Button’ ke siswa,” ujar Imran usai memimpin upacara di lapangan utama SMAN 9 Depok, Senin (20/2) pagi.

Imran menambahkan, dengan adanya keamanan berbasis aplikasi Android tersebut diharapkan dapat mencegah kriminalitas di kalangan pelajar. “Salah satu program Kapolresta Depok Kombes Herry Heriawan keamanan berbasis aplikasi ‘Halo Polisi’ dan ‘Panic Button’ Polresta Depok supaya anggota dapat cepat datang ke TKP. Sehingga setiap ada kejadian, dapat segera dicegah,” jelasnya lagi.

Sementara itu Kepala Sekolah SMAN 9 Depok Supyana menambahkan, ada 30 anggota OSIS SMA 9 yang ditunjuk untuk dijadikan sebagai duta sosialisasi ‘Halo Polisi’ dan ‘Panic Button’ Polresta Depok. “Tugas para duta yang kita tunjuk mempunyai tanggung jawab untuk menyosialisasikan keamanan melalui aplikasi ‘Halo Polisi’ dan ‘Panic Button’ ke siswa lain,” ungkapnya.

Menurut Supyana, keamanan berbasis aplikasi yang baru diluncurkan Polresta Depok ini dipandang banyak manfaat dan berguna, khususnya dalam mencegah aksi tawuran maupun dalam penyalahgunaan narkoba. “Jika ada kejadian bisa polisi langsung dapat menuju TKP jika menekan ‘Panic Button’. Selain itu juga dapat mengetahui informasi masyarakat melalui ‘Halo Polisi’,” tambahnya.

Nanti para duta yang baru diangkat didampingi anggota Bhabinkamtibmas akan menyosialisasi ke masing-masing kelas, berharap kepada semua siswa untuk mengunduh aplikasi tersebut,” jelas Supyana. (arya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *